And Here She is…..

Dialah yang jadi pembenaran hiatus dari blog…

Dialah alasanku rela wira-wiri 60 km tiap hari demi memenuhi hak-haknya

Dialah alasanku rela menutup telinga dan mata dari ucapan dan pandangan orang-orang yang tidak paham

Dia jugalah yang membuatku semakin paham bahwa Allah memang sangat menyayangi dan mencintaiku

Dia ada karena kehendak-Nya, supaya aku bisa lebih memahami ayat-ayatNya

Dia ada agar aku bisa mendapatkan kesempatan kedua, supaya aku bisa melakukan yang seharusnya kulakukan sebelumnya

20160223_145214

AIZA NISMARA PUTRI

Amanah yang Allah titipkan, yang di dalam namanya kami titipkan doa supaya dia menjadi anak yang cerdas, tenang pembawaannya, dan selalu bijaksana dalam mengambil langkah, aamiin. I love you sayang ^_^

Hello 2016

Bismillah… Alhamdulillah sampai saat ini Allah masih memberi karunia sehat pada kami sekeluarga. Melirik ke belakang, ternyata postingan di tahun 2015 cuma 1… sibuk banget buuu??? ^_^

Too much to share yang akhirnya malah jadi basi karena kelamaan… insyaAllahpelan-pelan dituliskan. Satu hal saja, ketika mulai bikin blog ini dengan menyatakan bahwa everyday is a blessing day itu beneran memang begitu. Bahwa Allah selalu bersama kita juga memang beneran deh. Dari banyak hal yang membuatku surprised, ada satu hal yang makin menguatkanku.. ketika kita bersandar hanya pada Allah dan sangat yakin kalau Allah bakal bantu kita, ya itulah yang akan terjadi. Sesulit apapun itu, ketika kita yakin padaNya, maka semua masalah itu satu-persatu akan terurai dan terselesaikan. Allahu Akbar.

First Post in 2015

Bismillah, rasa malas dan sok gak ada waktu ini memang kudu dilawan. Setelah hampir 5 bulan vakum, ada banyak banget cerita dan peristiwa yang tidak terdokumentasikan dalam tulisan, sampai udah basi deh kayaknya. Yuk kudu move on dan mulai sedikit demi sedikit melangkah.
Kabar kami baik Alhamdulillah, di rumah lagi berurutan panen buah. Kelengkeng tahun ini mulai bisa kita rasakan hasilnya meskipun belum banyak, durian adalah 4 biji bisa kita nikmati, meningkat dari tahun kemarin yang cuma 1 biji, rambutan sudah rutin berbuah yang bikin selama musim rambutan tidak perlu beli. Jambu biji merah, menyenangkan sekali, sampe eneg kita makan, saking banyaknya buahnya, dah dibagi-bagi juga masih aja banyak buahnya dari satu pohon. Apalagi ya? Oooo, pepaya yang memang juga sudah rutin pun tahun ini banyak juga, dan yang paling heboh beberapa minggu ini pohon cempedak kita berbuah ada sampai 20an buah, cuma isinya belum terlalu bagus, jadi masih belum banyak isinya. Segala puji bagi Allah bener deh.
Anak-anak juga udah tambah gede semua. Dzaky yang udah kelas 5 sekarang udah tambah tinggi, dan setelinga ibunya, badannya juga tambah gemuk, mukanya keliatan tambah dewasa, tapi masih kolokan, manja poll dan masih suka iri kalau adik-adiknya kalau mereka nempel ibunya, padahal yang terbanyak waktu bersama ibu ya di Dzaky ini.
Rafi si nomor dua yang sudah kelas 2 ini tambah tinggi, sekilas hampir sama tingginya dengan Dzaky dan sering dibilang kembar (kembar dari mana cobaa??), tambah kurus tapi, gak tahu makannya lari kemana, cuma sekarang udah pinter ngeyel. Si anak yang tadinya pendiam banget itu sekarang dah pinter ngeyel dan tambah pintar mengungkapkan perasaannya. Baru mulai hobi baca, mulai buka-buka koleksi komik lama ibunya, terus aku coba belikan Bobo lagi, Alhamdulillah tertarik, jadilah sekarang kita langganan majalah itu.

Ini pas kita jalan-jalan ke malang bulan Januari kemarin

Ini pas kita jalan-jalan ke malang bulan Januari kemarin

malang3

Shita, ni lagi balik jadi bayi lagi, entah kulakan dari mana, sekarang kalau minta apa-apa pakai nada siap ngamuk dan nangis kalau tidak langsung dituruti. Usut punya usut, dia liat itu di adik-adik kelasnya dan dia merasa karena di sekolah pasti gurunya langsung turun tangan, jadi dia coba trik itu di rumah, dan gatot lah pasti usahanya, hihihihihihi. Tapi dah tambah dewasa juga sekarang, sudah agak lama sapih tidur sama ibu, dia sekarang tidur sama dik vera, kadang-kadang aja bobok sama ibu. Lucunya awal sapih, 3 hari pertama sapih, dia sempat sakit panas, ternyata kangen sama ibu, pengen sama ibu.. kacian deh mbak shita. Balik tidur sama ibu 3 hari, sembuh lagi, dan balik lagi gak mau sama ibu.
Aila, lagi demam baju princess, maksudnya princess itu pake dress, sampai-sampai semua kaos dia singkirkan, kudu pake dress, jadi mulai buka-buka stock baju lama mbak shita yang udah gak muat. Lila ini juga lagi proses sapih nenen, berhubung ibunya gak mau maksa sama sekali, gayanya mau weaning with love, ya efeknya sampai sekarang masih ada saat-saat kudu nenen, meskipun cuma syarat mau tidur malam doang. Udah pinter banget ngomong, jadi gak cocok, dah pinter debat tapi masih nenen, hihihihihi. Ntar deh, pengen nulis tentang cerita sapih anak-anak, insyaAllah.

Si princess yang lagi hobi banget pake dress, ini dua-duanya baju mbak, dah cukup ke dia sekarang ^_^

Si princess yang lagi hobi banget pake dress, ini dua-duanya baju mbak, dah cukup ke dia sekarang ^_^

Semoga kalian sehat selalu ya sayang… jadilah anak yang salih-salihah yang bisa memberi kemanfaatan bagi sesama, amien.

6 Tahun Berlalu…

Dan aku masih selalu merindukanmu… rindu kehadiranmu yang selalu kami nantikan, rindu bertemu denganmu walau kita baru saja ketemu
6 tahun sudah, dan aku masih kangen dengar suaramu di telepon yang selalu sibuk menanyakan cucu-cucu kesayangannya, rindu sms-smsmu yang kadang singkatannya super ajaib, hanya yang nulis yang bisa menerjemahkan ^_^#
6 tahun ini ruang kosong yang engkau tinggalkan masih tetap kosong, tidak ada yang akan bisa menggantikannya… dan terkadang bikin sesak di dada jika rindu itu menghampiri
6 tahun itu bukan waktu yang sebentar, tapi kehadiranmu masih sangat terasa, terutama saat kita pulang ke Temanggung dan setiap berada di kamarmu, anak-anak terutama Dzaky-Rafi masih sering lupa dan bertanya, kakung mana bu?? Bahkan Shita dan Aila yang belum pernah bertemu pun selalu menanyakanmu tiap liat fotomu.
6 tahun sudah, dan aku masih ingat jelas bagaimana papa menggendong cucu-cucu papa dengan kain gendong, papa ajak jalan-jalan muter kampong, bahkan ketika mengantarkan kami ke Fukuoka pun, papa tidak malu menggendong Dzaky dengan kain itu jalan-jalan di sekitar apato.
6 tahun kita berpisah raga, tapi aku masih ingat semua nasihat papa. Papa yang selalu menasihati anak-anak dengan logika kita, papa yang hampir tidak pernah marah atas apapun keputusan anak-anaknya meskipun itu mungkin di luar kemauan papa sebagai orang tua, dan papa yang selalu bisa menghangatkan hati kami karena selalu membuat kami merasa spesial di matamu.
Tiap hari ulang tahun papa… yang ada aku selalu mellow…. Nyesek lagi ingat papa. Mendadak banyak yang bikin ingat banget sama papa.. mulai panenan jambu biji kesukaan papa di kebun rumahku, lihat anak-anakku yang sering menanyakan asal-usul mereka, Shita yang sering bilang kangen kakung (efek cuci otak ibunya kali yaaa??)

Terima kasih atas semua yang papa lakukan buat kami, buat aku, buat cucu-cucu papa. Terima kasih sudah sedemikian banyak berkorban buat kami, selalu mau mendengarkan semua curhatan kami, sudah menjadi ayah dan kakung yang luar biasa buat kami. You are the best father ever, I love you with all my heart.

#Jadi papa dulu kalau sms itu suka banget pake singkatan-singkatan yang kadang bikin kita yang nerima kudu mikir 10x dulu buat menerjemahkan apa yang beliau maksud… ya jadi seru si, baca sms aja kayak baca kuis berhadiah apaaaaaa gitu… dan senengnyaaaa kalo berhasil memecahkan kode rahasia dari papa, hahaha… lebay mode on.
Tapi satu hal yang papa gak pernah lupa dalam smsnya… beliau selalu menuliskan kata CUN (sun = cium) di akhir SMS yang beliau kirim… saking sayangnya beliau sama kita, kata itu bukan sekedar tempelan d isms, tapi memang itu yang selalu ingin beliau pada kami, hiks… #nulis ini jadi kangen pengen terima sms papa dan jadi inget dulu HPku itu akan menghapus sendiri sms yang dianggap sudah kadaluwarsa. Jadi waktu papa habis sedo kan aku sama sekali tidak menghapus sms-sms beliau… lha tiba-tiba semuanya hilang sekitar sebulan kemudian… huuuaaaaaaaa… padahal sering aku baca-baca ulang.

LOVE YOU PAPA SAYANG!!!

K.B.S.M

Kretekin tangan yang sampe kaku karena lama gak posting di blog lagi ^_^. Hutang pribadi yang entah kapan akan terbayar lunas, tapi bismillah, memang kudu ‘dipaksa’ biar bisa mempertanggungjawabkan yang sudah diikrarkan.

Ini hutang cerita lebaran… huaaa… dah lama banget ternyata. Kali jni mau cerita tentang perkumpulan keluarga besarku dari pihak Papa. KBSM ini singkatan dari Keluarga Besar Slamet Martodihardjo, bapaknya papaku. Yang mendasari berdirinya KBSM ini adalah mulai sepuhnya putra-putri eyang Slamet.. Eyang punya putra-putri yang hidup sebanyak 9 orang, 3 laki-laki dan 6 perempuan. Dari 9 orang ini yang masih ada di desa ada 4 bulik. Keempat bulik ini wajib dikunjungi ketika aku pulang dari Yogya dan terutama pas lebaran. Eyang kakung sedo sekitar tahun 2002, sedang eyang putri sedo tahun 2005. Jadi dari 4 anakku cuma Dzaky yang sempat ketemu eyang buyut putri, dan gak ada yang ketemu eyang buyut kakung. Ketika mereka meninggal, belum ada pemikiran buat ngadain perkumpulan ini, toh masih ada bude dan papaku yang jadi pengganti eyang. Papaku ini anak ke-2, dan beneran jadi pengganti eyang kakung karena dulu uti sangat bergantung apa-apa sama papa.

Rasa kosong itu muncul ketika papa sedo di tahun 2008, dan bude sudah mulai memburuk kesehatannya, sehingga kemudian ada pembicaraan bahwa harus ada pemersatu agar keluarga eyang tidak terpecah-belah sampai gak kenal siapa saudara, mana ponakan, mana cucu. Lalu ada ide agar kita mengusahakan ketemu pas hari lebaran, dan buat mengantisipasi saudara yang dari luar kota, maka dibuat pertemuan itu di hari ke-3 lebaran. Lebaran tahun 1435 H ini adalah pertemuan kita ke-3, dan tempatnya masih di rumah eyang Slamet yang sekarang ditempati bulik no 8.

Keluarga besar eyang ini memang beneran besar, dari 9 putra-putri eyang, ada 32 cucu, dan sampai postingan ini dibuat, sudah memiliki 37 buyut. Di pertemuan pertama dan kedua masih ada Oom Woto, sedangkan pada pertemuan ketiga kemarin, Oom Woto pun sudah sedo… jadi rasanya makin nyesek deh, mengingat bahwa putra eyang yang laki-laki ternyata lebih disayang Allah. Di hampir setiap pertemuan pasti ada rasa terharu mengingat mereka yang sudah tiada… acar selalu diawali dengan doa bersama, mendoakan anggota keluarga besar eyang yang sudah mendahului kita. Tidak lupa pasti kudu foto-foto.. update jumlah anggota juga.

Foto Lebaran 1

Serunya yang namanya ketemu keluarga kan… adaaa aja obrolan, gak ada habis-habisnya, sampe kadang anak dan suamiku protes karena ibu keasyikan ngobrol ^_^. Ya maaf, habis ibu kan jarang lagi ketemu saudara yang dulu sehari-hari jadi teman bermain waktu masih SD dulu. Ya hampir sama lah dengan reuni sama teman-teman sekolah, bikin lupa umur kan?? Lupa juga dah berbuntut banyak ^_^. Seneng tapi juga sedih… bude-bulik sudah pada sepuh, sudah mulai banyak nikmat yang diambil Allah dari mereka. Ya biarpun di satu sisi sadar kalo kita pasti bertambah usia, tapi kok ya ada rasa gak rela lihat mereka semakin sepuh… pengennya mereka muda terus, maunyaaa…

Mudah-mudahan pertemuan ini akan berlangsung terus, bisa dipertahankan dan bisa makin ditingkatkan kualitas pertemuannya. Cita-citaku si pengennya digilir ke rumah siapa-siapa yang bukan di Temanggung, gentian, di Yogya, Jakarta, Tasik,… jadi kan seru liburan keluarga besar.. sewa bis ^_^

Mudah-mudahan pertemuan ini akan berlangsung terus, bisa dipertahankan dan bisa makin ditingkatkan kualitas pertemuannya. Cita-citaku si pengennya digilir ke rumah siapa-siapa yang bukan di Temanggung, gentian, di Yogya, Jakarta, Tasik,… jadi kan seru liburan keluarga besar.. sewa bis ^_^

Kejutan Manis Penambah Rasa Syukur

Bismillah, mumpung ada sedikit luang waktu… mari kita coba rangkum sekilas kabar dari berapa lama gak update blog
Alhamdulillah masih diberi kesempatan sehat, jadi insyaAllah bisa menjalani aktivitas yang kalau ditulis gak akan ada habisnya. Alhamdulillah Allah sangat sayang sama hamba-Nya yang masih belum bisa maksimal beribadah. Allah tetap melimpahkan banyak kasih sayangnya ke aku dan keluarga, Alhamdulillah.
Begitu banyak kejutan manis yang aku dapat selama beberapa bulan ini, sebut aja
1. Dapat kiriman buku dari sahabat-sahabat maya yang cita-cita kopdar masih dalam angan-angan… #lirik mb titi dan mak sondang
2. Kopdar dan dapat hadiah cantik dari pemilik masrafa.com (cerita kopdarnya baca di sana aja ya ^_^)
3. Limpahan hadiah buat anak-anak selama ramadhan kemarin yang sukses bikin mereka happy berat
4. Kiriman special dari salah satu sahabatku… gak tahu kenapa, tiba-tiba dia bbm minta alamatku, bilang pengen kasih sesuatu buat aku. Kenal juga baru di grup, kita belum pernah ketemu darat juga, hanya memang agak intens ngobrol via WA gitu… dan paketnya sesuatu banget, kayak dia tahu aja aku memang sedang butuh yang dia berikan ke aku…. Ma kasih adikku sayang.
5. Puncaknya adalah ketika satu hari pas kebetulan aku ijin pulang bentar di siang hari buat antar dzaky yang hari itu pulang cepat karena pas UAS. Sampe rumah baru aja duduk, tiba-tiba ada mobil berbak terbuka masuk ke halaman rumah. Aku nanya ke anak-anak, siapa tu jam segini bertamu?? Anak-anak cuma komen… halah palingan orang atret doang bu. Lha kok mobil itu terus jalan mundur menuju rumah kami… dan berhenti. Salah satu dari mereka turun dan nanya apa bener ini rumah yang mereka cari. Ternyata memang tujuan mereka ke rumah, dan pas liat apa yang mereka kirim… huaaaaaaaaa, #jingkrak-jingkrakmodeon. Ini ulah siapa ya kasih kiriman barang yang udah lamaaaaaaa aku impikan. Tertuduh pertama suami dong.. sapa lagi kan?? Tapi aku liat lagi tulisan di denah yang mereka bawa… kok kayak tulisan mamaku yaaa?? Tak liaaatt lagi… waah bener deh, tulisan mama. Dan ini lho hadiahnya

Ya Allah, nikmat mana lagi yang akan aku dustakan ketika aku dikelilingi orang-orang yang begitu sayang sama aku. Dan tau alasan mama kasih itu?? Katanya kamu mau bikin selimut perca, ya daripada ribet bawa-bawa kain ke rumah adik, mending digarap di rumah sendiri kan?? Huaaaaa… jadi terharu. Emang ini barang impian sejak aku pindah rumah. Walaupun belum bisa jahit, tapi minimal bisa lah kalo cuma benerin baju sobek atau jahit celana bolong, hihihi.
Tapi beneran banyak kejutan manis itu bikin rada merinding juga lho… betapa mudahnya Allah mengabulkan permintaan kita, sementara kita sering ngeluh kalo minta sesuatu gak langsung dikabulkan. Padahal kayak hal-hal di atas aja merupakan contoh kalau kadang hal yang baru kita rencanakan saja sudah langsung Allah berikan ke kita… kurang sayang apa coba Allah sama hamba-Nya.

Marhaban ya Ramadhan

Alhamdulillah Allah masih memberi kita kesempatan untuk menikmati indahnya Ramadhan. Tahun ini setahuku ada dua versi awal hari pertama puasa dan seperti biasanya, si ayah mintanya kita ikut apa kata pemerintah, jadi kita mulai di hari ahad. Tahun ini jatah Shita mulai belajar puasa karena dah 4 tahun, dan Alhamdulillah sekolahnya juga ikut kasih semangat anak-anak buat ikutan puasa.
Hari pertama sahur, sebelum tidur Dzaky minta pinjam HPku, katanya mau dia pake sebagai alarm biar bisa bangun jam 3. Dan beneran bikin kaget, karena pas aku lagi ribet di dapur, tiba-tiba dia yang dah nongol aja di dapur.. subhanallah, semangat sekali mas??? Sahur hari pertama lancar, Rafi, Shita, bahkan Aila dengan penuh semangat bangun dan langsung mau makan dengan ceria. Setelah subuh, anak-anak minta bobok lagi dan pas bangun, eh Shita langsung minta makan, hahaha.. piye to mbak?? Dan setelah dirayu-rayu akhirnya bertahan sampai jam 10.30. Alhamdulillah tuk hari pertama. Hari kedua masih sama jam segitu juga, tapi dia sudah semakin melemah semangat sahurnya. Ya mungkin karena ada penggo da kecil yang lagi banyak-banyaknya makan, si Aila. Hari ketiga mau bangun tapi dia sedih karena adiknya gak ikut bangun, dan berakhir tidak puasa sama sekali ^_^. Hari keempat, gak mau maem nasi, alasannya adiknya gak ikut bangun, ntar kasian dedek maem sendiri, hehehe.. alasanmu mbak mbak…
Untuk salat tarawih, berhubung mulai senin kemarin si ayah tiap hari kudu safari tarawih, jadinya memanfaatkan 2 hari pertama buat tarawih di rumah, bareng satu keluarga. Tarawih pertama, Shita subhanallah kuat mengikuti rangkaian isya-tarawih-witir. Hari itu lancar karena Ala dah bobok. Hari kedua, si penggoda beraksi. Lila mau ikut salat, tapi ya Allah, anak itu kan super duper usil, semua orang dia goda selama proses salat. Kalaupun tidak menggoda, dia bikin ulah dengan dari posisi berdiri langsung sujud, atau tiba-tiba lepas rukuh sendiri… sibuuuk banget. Puncaknya semalam, kita salat bareng tanpa ayah, dan si mungil beneran bikin pengen nguyel-nguyel pipinya sampe bolong… #sadis. Ya habis, kan aku bagi tugas sama Dzaky, dia bagian Imam Isya dan Witir, aku bagian tarawih. Pas isya, lila godain mbaknya sampai bikin mbaknya gak tahan, batal salat dan nyiumin dia. Pas tarawih, tawaf Lila, muterin maknya dan lanjut muterin semua yang salat. Tarawih kloter dua, dia mau duduk d depanku tapi ya dengan segala keisengannya nggodain mbak Ita yang dah ngantuk banget.
Yang bikin rada deg-degan sahur kemarin, karena aku bangunnya oun dibangunin Vera, dah jam 3.30 aja kakak… dan ternyataaaaaa KITA LUPA BELUM MASAK NASIII… astaghfirullah, langsung heboh siap-siapin, Alhamdulillah di jam 4 yang buat ibu mertua dah bisa siap dan sambil bangunin anak-anak, akhirnya nasi juga bisa matang… legaaaaa. Hari ini diwarnai sama Dzaky yang karena masih ngantuk jadi bête banget dibangunin, hhggghhhh…. Ternyata Ramadhan ini masih harus diwarnai kerewelan si sulung yang dah mau akil baligh tapi kadang belum bisa mikir panjang atas sikap dia. Semoga ke depannya lebih baik.. amien.
Apalagi ya?? Untuk urusan tilawah…. Alhamdulillah Dzaky mau rutin tilawah, Vera juga sekarang gabung ODOJ ngikutin maknya, jadi rumah kita lebih semarak akan ayat-ayat Al Qur’an. Untuk kegiatan TPA masjid, Shita yang paling semangat, dari hari pertama dia semangat ’45 berangkat dan kata Vera, sekarang dia sudah berani apa-apa sendiri, gak kayak tahun lalu yang masih ngelendot sana ngelendot sini ke Vera.
Bagaimana puasa teman-teman semua? Penuh warna juga kah? Semoga puasa Ramadhan kita sukses dan kesempatan kita mencharge ruhiyah kita dengan banyak ibadah bisa berhasil sempurna… amien.

Tentang Menepati Janji

Janji adalah hutang… sebagai muslim, aku yakin bahwa ketika kita berjanji maka kita harus berusaha untuk memenuhinya. Bahkan kita diharapkan tidak lupa mengucapkan insyaAllah ketika mengucapkan janji, karena itu merupakan kepastian kita bahwa kita akan menepati janji yang kita ucapkan itu. Dalam pengamalannya, kata insyaAllah ini sudah bergeser menjadi sekedar pemanis bibir dan akibatnya pernah ada teman yang protes ke aku supaya tidak mengucapkan kata itu, karena dia merasa kalau aku bilang gitu berarti aku dah niat untuk tidak menepati… astaghfirullah. Waktu itu aku agak emosi nerimanya, sampai akhirnya pelan-pelan aku jelasin, bahwa secara jadwal saya bisa, tapi kan tetep aja wallahu a’lam, kita tidak bisa memastikan 100% karena kita tidak tahu rencana Allah kan???

Dan tentang menepati janji ini, beberapa waktu lalu ada kejadian yang lumayan bikin eneg di hati. Aku nulis ini juga cuma sebagai pengingat pribadi biar nanti-nantinya tidak seperti ini. Jadi aku ada temen yang sebenarnya cukup dekat. Awal hubungan kami baik-baik saja, sempat kerja sama jualan juga, kami sering bertukar barang, saling membantu menjualkan dagangan kita masing-masing. Semakin kesini, wallahu a’lam apa yang terjadi dengannya, yang ada dia mulai sering mengingkari janji yang dia buat sendiri. Seringnya si misal janji mau datang hari selasa jam 10, yang ada di jam yang ditentukan gak hadir dan ditunggu kabarnya gak ada kabar… ntar ngabari lagi pas udah lewat jauh dari jam janjian, bahkan pernah sampai ganti hari… hufffff. Tapi giliran dia sudah sampai lokasi janjian duluan, yang ada nyecer kita mulu via sms, kapan kita nyampe, dah sampai mana, jadi datang gak, aku dah nungguin ni… hhhggghhh.

Pernah di satu waktu, aku sampai nanya ke dia kenapa si sering banget mblenjani janji yang dia buat sendiri? Dia selalu pake alasan anak-anaknya yang bikin dia kesulitan memenuhi janji. Yang terakhir kemarin, alasannya dia mendadak ada diklat di diknas, jadi gak bisa nemuin aku. Helloooo, hari gini sms susah banget yaaaa??? Sampe aku pernah bilang, memang saya bukan salah satu hal yang penting dalam hidup anda, bukan yang kudu diprioritaskan dalam keseharian njenengan, tapi anda bukan satu-satunya manusia di dunia ini yang sibuk, tapi yang namanya tanggung jawab menepati janji kan itu urusan masing-masing individu sama Allah. Dan tahu apa yang selanjutnya??? NO COMMENT aja dari dia… #urut dada. Jadi yang terakhir ini kita dah sms-an janjian mau ketemuan di jumat pagi dan 2 jam sebelum jam janjian, aku dah sms memastikan mau datang jam berapa, dan gak dibalas dong… tahu-tahu sore hari aku disms bahwa dia minta ikhlasku yang besar tuk memaafkan dia. Astaghfirullah. Suami sampai protes karena kejadian ini dan minta aku tidak behubungan lagi dengan dia supaya tidak bikin aku berpenyakit hati.

Dari kejadian itu kan bikin aku jadi berkaca, jangan-jangan aku pernah melakukan hal yang sama. Selama ini, aku termasuk yang rewel kalo urusan janjian, karena aku pengennya aku beneran bisa memenuhi janji. Ya kalau perlu aku sampaikan jadwalku sampai rinci dengan teman yang aku ajak janjian bisa saling menyesuaikan jadwal. Niat baik begini aja adaaaa aja yang jua gak suka. Dibilang rese amat si janjian aja ribet. Padahal setiap detik kita kan berharga ya?? Ada jeda setengah jam bisa buat nyusuin anak, bisa jadi satu masakan sederhana, bisa pula setrika 10 potong baju… atau bahkan tilawah setengah juz..so daripada setengah jam untuk menanti ketidakpastian, mendingan dipakai buat hal lain yang lebih berguna kan? Waktu yang tersedia buat mak-mak dengan 4 anak yang masih kudu nyambi kerja 8-16 itu jadi terbatas banget,

Tapi ada juga temen yang sangat paham, jadi dia selalu sudah tahu kalo aku janjian ma dia dan dah mepet jamku pulang, ya dia selalu menahan diri tidak banyak mengajak ngobrol. Asyiklah kalo sama teman yang paham begini, ya karena dia juga punya aturan, setiap jam 10 malam-9 pagi hp dia juga dia matikan buat memberi waktu dia beristirahat dan mengurus rumah, jadi ya jangan harap bisa telepon dia atau sms yang pengen langsung dibalas… kudu nunggu di atas jam 9 pagi.

Intinya, sebenarnya dengan kita memenuhi hak orang lain berarti sebenarnya kita juga melindungi dan menghormati hak kita sendiri kan?? Itu yang selalu aku tanamkan ke diri aku sendiri dan mulai aku tanamkan ke anak-anak. Ponakanku sudah sangat paham itu, jadi diapun menerapkan hal yang sama, dia tidak akan keluar rumah sebelum nanya ke aku, karena hubungannya dengan pembagian tugas jaga rumah. Atau juga kayak dzaky yang sudah mulai bikin acara sama teman-temannya, ya dia udah harus bisa mikir kira-kira ada yang antar gak,mengganggu jadwal ayah atau ibu yang kudu antar-jemput gak, dan sebagainya. Jadi mengajari dia buat gak langsung mengiya-iyakan janjian ma temen dan berakhir ingkar janji karena ternyata ayah atau ibunya pas gak bisa membantu.

Sebenarnya tidak susah kok menepati janji. Kalau kita ngerasa sebel ketika teman lain tidak tepat janji, yakinlah, mereka juga mengalami hal yang sama ketika kita ingkar janji juga ke mereka. Prinsipku, apa yang aku tidak suka atas perlakuan orang lain ke aku, ya itu juga yang aku usahakan tidak kulakukan.

I LOVEEEE PUSKESMAS

Ada yang kalo berobat ke puskesmas? Angkat tangannya…. (ikutan ngacung sendiri)… iyaa, saya kalo meriksain anak atau periksa sendiri hampir selalu ke puskesmas dulu. Iya iya… dulu ada anggapan kalo puskesmas bukan tempat yang ‘meyakinkan’ buat periksa… (ini kata saya juga duuluuu). Yang jelas, saya dulu merasakan kalo puskesmas mah kesannya suram, pelayanannya gak oke, dokternya juga jarang ada. Sampai pas hamil anak pertama, gak kenal sama yang namanya puskesmas, urusan tetek bengek periksa hamil, lairan, dan sampai pas Dzaky lahir dan dia termasuk yang tiap bulan ‘hobi’ nengok rumah sakit ya kita jalannya ke rumah sakit. Pas Rafi, saya yang sudah lebih sering bermasyarakat (baca: sudah mulai rajin ikut arisan), jadi tahu kalo ternyata banyak perubahan yang terjadi pada puskesmas dan sekarang mereka sudah jauh lebih lengkap fasilitasnya. Akhirnya saya mulai ke Puskesmas buat imunisasi Rafi. Setelah itu ya tiap ada yang sakit pasti kita larinya ke Puskesmas dulu.
Hamil anak ke-3, cuma awal hamil aja periksa ke SPOG karena batuk parah yang sampai bikin sakit di perut, setelah itu lanjut ke puskesmas… cuma lairannya waktu itu tetep di klinik tempat lahir 2 masnya. Hamil anak ke-4 pun samaa, bahkan di anak ke-4 yang notabene sudah bukan anak pemerintah (dah gak dapat ASKES), saya ditawari buat ikut program JAMPERSAL (Jaminan Persalinan) dan karena akhirnya pun melahirkan di puskesmas juga (bukan di klinik seperti ke-3 kakaknya), ya kita bisa dapat kemudahan cukup bayar Rp. 100.000 saja buat biaya persalinan dan rawat inap. Rejeki anak memang.

Gambar ini adalah puskesmas tempat lahit Aila… Dulu ini depannya, tapi sekarang dah jauh lebih bagus, karena katanya ke depannya bakal jadi rumah sakit, wallahu a’lam. (gambar diambil dari sini)

Ya banyak faktor si yang bikin saya mantap melakukan periksa di puskesmas:
1. Yang paling utama mungkin sugesti diri bahwa di manapun kita memeriksakan penyakit kita, yakin aja bahwa dokter pasti memberikan pelayanan yang terbaik yang bisa diberikan.
2. Lain dengan jika periksa di rumah sakit atau tempat praktek dokter yang ‘katanya’ seringnya mereka jadi duta perusahaan obat tertentu, di puskesmas obat yang diberikan adalah obat yang standar… obat asli kalo kata ibu saya. Berhubung saya juga punya ibu yang asisten apoteker dan lumayan sering sering bantu teman-teman yang mengadakan aksi kesehatan, jadi sedikit banyak tahu lah obat-obatan dasar dan ya sebenarnya yang kita butuh kalo terpaksanya minum obat bukan merknya kan? Tapi lebih ke komposisi obat yang dibutuhkan.
3. Layanan di puskesmas sekarang jauuuhhhh lebih bagus, tempatnya juga sekarang lebih nyaman. Di kota Yogyakarta bahkan sudah ada beberapa puskesmas yang melayani USG dan rawat inap. Dan karena kebetulan tempat tinggalku sekarang (wilayah Sleman, kalo dulu masuknya kota) juga dekat sama puskesmas dan juga melayani rawat inap, makanya pas lairan Aila mantap aja ke puskesmas.. dasarnya juga meski yang 3 sebelumnya di klinik, tetep aja gak ada yang kena tangan dokter, Alhamdulillah semua lahirnya cukup dibantu bu bidan saja. Ya memang semua harus kita yang mantep juga kan? Ada yang mantepnya memang kudu sama dokter, nha kalo aku dasar emak penuh perhitungan.. dengan pertimbangan kalo persalinan normal pasti dokter hanya datang di detik-detik terakhir ya mending gak usah sama dokter sekalian ^_^.
4. Sebagai warga yang masih ber KTP kota, kami punya jaminan kesehatan gratis, jadi kalo periksa ke puskesmas ya gratis tis selama bawa ktp atau kartu keluarga bagi anak-anak yang belum punya KIA (Kartu Induk Anak). Dan lumayan banget lho, dengan pelayanan yang lebih baik, kita bisa dapat pelayanan gratis, kecuali untuk item-item tertentu kayak cek darah yang jenis tertentu atau perawatan gigi yang khusus kayak membersihkan karang gigi.
Kalo mau cari kekurangannya ya selalu ada, kalo buatku kurangnya yak arena buka prakteknya juga di jam kerja kayak kantor, jadi kudu ijin kantor tuk bisa kesana, dan ya namanya juga sedianya obat standar, jadi buat anak-anak yang susah minum obat… puskesmas tidak menyediakan obat yang enak rasanya, hehehe… maunya, dah gratis minta enak lagi ^_^. Tapi lebih banyak yang bisa disyukuri kok dari perkembangan yang terjadi di puskesmas, dan kalo bukan kita sebagai warga yang turut andil perbaikan, siapa lagi??
Jadi, bagaimana pengalaman anda dengan PUSKESMAS?

Liebster Award

liebster-award

Postingan ini dibikin karena dapat peer dari mamaknya GET3… thanks ya say.. dikasih kesempatan dapat Liebster Award ini dan dikasih kesempatan nulis tentang diri sendiri.

  1. Post award ke blog kamu
  2. Say thanks buat yang ngasih award dan link back ke blog dia
  3. Share 11 hal tentang diri kamu
  4. Jawab 11 pertanyaan yang ditujukan ke kamu
  5. Pilih 11 blogger lainnya dan ajukan 11 pertanyaan yang ingin kamu tanyakan

1 dan 2 done ya mak… kalo ngomongin diri sendiri sebenarnya dah keliatan di tulisan-tulisanku terdahulu.. coba deh aku list lagi ya.

  1. Aku termasuk orang yang tidak spontan, apa-apa kudu well planned, jadi apa-apa harus terencana. Istilahnya cuma mau pergi 2 jam ninggalin anak aja, aku dah harus nyiapin printilan buat mereka. Kayak sabtu kemarin kita pergi dan aku lupa gak bawa camilan, anak-anak protes… bilangnya, kan biasanya ibu dah mikirin bawa ini-itu.
  2. Punya kebiasaan kalo nglakuin segala sesuatu harus sampai selesai, jadi kalo kira-kira agak akan selesai, mending tidak dikerjakan. Duluuu, pas rumah masih dekat kantor dan jam kantor masih cuma sampai jam 2 siang, aku masih bisa beresin rumahnya secara bertahap dan bisaaa dong kelar semua. Pas pindahan dan buat perjalanan pergi-pulang aja dah ngabisin waktu, 3 bulan pertama pindahan, aku sering sakit kepala karena kemrungsung semua kerjaan banyak yang gak bisa beres. Solusinya: ya banyak menurunkan idealitas, yang tadinya kudu gini-gitu.. sekarang dibuat lebih santaiii…
  3. Punya prinsip, lakukan semua kewajiban, baru boleh menikmati waktu senggang, jadi jatuhnya, yang namanya nonton TV hampir tidak pernah aku lakukan, wong gak sempat, so little time too much to do. Dan ini yang bikin aku cerewet ke anak-anak karena misalnya saatnya salat isya, mereka malah liat TV… hiiihhh, hal-hal kayak gitu bikin aku gemess sendiri, karena jadinya berasa kita yang punya hutang kan?? Pengennya kalo megang anak itu dah dalam kondisi semuanya beres, maksudnya biar bisa full pegang mereka tanpa gangguan. Dan kayak gini sekarang susah, jadi dibalik, pulang kantor ganti baju, langsung pegang  si kecil dulu baru kemudian kerjakan yang lain. Jeleknya lagi, kalo sore belum kelar masak, gak bisa mandi, hehehehe. Soalnya maunya biar habis mandi kan dah gak megang kerjaan dapur.
  4. Ora urus kalo kata orang Jawa. Maksudnya selama yang kulakukan tidak melanggar pakem etika umum, ya aku pede aja nglakuinnya. Jadi termasuk yang agak cuek selama aku pikir yang aku lakukan tidak salah.
  5. Cinta banget keluarga, keluarga inti, keluarga besar dan kalo mudik ke Temanggung gak pengen kemana-mana karena bulik-bulik dan ponakan pasti ke rumah, Atau kalo tidak, aku yang muter silaturahmi ke mereka. Sama bulik-bulik dari pihak ibu, bisa dong, yang pergi kemana, dengan mobil seadanya, untel-untelan ikut semua, karena bukan kenyamanan yang kita cari, tapi lebih ke kebersamaannya. Apalagi sama adik keluarga mama yang no 3, beneran sekarang aja kalo 2 mingguan gak ketemu udah yang cari-carian gitu, sekedar pengen saling curhat. Ini juga berlaku ke adikku dewi… kita bisa yang sekedar chatting gak jelas, ngomong ‘gak ada isinya’, tapi aku sukaaaaaa
  6. Suka baca, tapi relatif ke bacaan ringan dan gak pernah sayang ngeluarin uang kalo ada buku baru yang pengen dibeli. Novel roman, cerita-cerita yang mengandung hikmah, macam chicken soup dan little house series. Komik atau buku-buku kayak Harry Potter juga suka.. maklum kan, saya masih 17 tahun ^_^. Dan dengan banyaknya yang sudah dibaca dan background kuliah di Sastra Indonesia, tidak lantas bikin aku jago nulis dong… cukup kritikus doang.
  7. Sukaaaaa banget PIJAT, kebetulan dari kecil memang terbiasa dipijat sama papa, dan kalo sakit pasti pertolongan pertamanya pijat, punya bude dan bulik-bulik yang jago mijat juga.. jadi terlalu dimanja sama aktivitas satu ini. Dan ini nurun dong ke anak-anak, tiap badan gak enak, mereka mintanya dipijat juga.
  8. Penyuka masakan rumah banget, meskipun sekedar nasi anget, sambel tempe, ma telur dadar, itu dah sangat cukup, dan ini bikin perhitungan banget kalo jajan. Kalo beli masakan jadi ya yang kita gak biasa masak di rumah. Dari kecil sudah dibiasakan bantu-bantu mama, kemudian eyang buat masak. Tapi bukan berarti jago masak ya.. sekedar bisa aja.
  9. Saya tipe yang cenderung diam kalo ada masalah, bukan yang diam pasrah, tapi lebih mencari solusi celah lewat jalan lain. Jadi misal ada kasus yang biasanya mengakibatkan berantem dan ribut, sebisa mungkin hal itu aku hindari. Gak suka aja ribut-ribut, gak ada untungnya menurutku.
  10. Orang rumahan, betah deh kalo disuruh di rumah.. mau seminggu full di rumah juga hayukk aja, apalagi sama orang-orang tercintah.. Makanya punya cita-cita jadi ibu rumah tangga full.. semoga bisa, amien.
  11. Sukaaa ngobrol, sama siapa aja.. karena dengan begitu, wawasan kita juga bertambah kan?? Dzaky yang sering protes karena ibunya suka sok akrab ma orang lain, ya habis.. it’s in my blood kayaknya sifat ini.

Sekarang coba jawab pertanyaan Sondang:

  1. Berapa orang sahabat yang kamu punya (selain pasangan ya) ? Dan kenapa memilih mereka/dia sebagai sahabat? Sahabat buat aku yang paling dekat adik kandungku, Dewi, lalu Desy (Temen SMP). Kenapa milih mereka?? Ya karena mereka paling paham aku, bisa tahu aku gimana-gimana tanpa aku perlu banyak ngomong. Mereka selalu support aku dengan segala kemampuan mereka… Miss them so much.
  2. Kapan merasa paling cantik? Dan kapan merasa paling jelek dan nggak pede? Merasa paling cantik?? Sejak memutuskan pakai jilbab, aku merasa jadi cantik, soalnya bisa jadi diri sendiri, gak usah ngurusin komentar orang lain. Ngerasa jelek dan gak pede ya sebelumnya.. karena yang takut salah kostum lah, salam pake jepit rambut lah, terlalu mikirin pendapat orang sebabnya.
  3. Menurut kamu, kamu tetangga yang seperti apa?Aku termasuk tetangga yang jarang ‘nonggo’, jaraaaang banget banget main ke rumah tetangga kalo bukan karena ada acara arisan atau pengajian. Mencoba kenal dengan tetangga lewat ponakan dan anak-anak yang sering main keluar, atau menebus kesalahanku jarang sosialisasi dengan cara berbagi masakanku atau misal ada panenan dari Temanggung ya aku bagikan ke mereka.
  4. Menurut kamu, kamu teman seperti apa? Sebisa mungkin jadi best friend buat semua, at least mencoba melakukan yang terbaik dalam berteman, sedapat mungkin juga membantu mereka semaksimal mungkin yang aku bisa.
  5. Menurut kamu, kamu rekan kerja seperti apa? Gampang dimintai tolong, rada gak sabaran sama junior yang susah diajarin, hiks (jangan ditiru). Berhubung kantor belum bisa jadi rumah keduaku, jadi ya aku belum bisa dekat sama teman di luar unitku.. habis masuk kantor mepet jam masuk, jam keluar juga yang cepet-cepet pengen pulang aja.
  6. Barang apa yang berkali-kali kamu beli karena pengen dan bukan karena butuh? Buku ^_^.. jatuhnya ke lapar mata liat buku dengan diskon besar atau liat sekilas kok kayaknya bagusss
  7. Makanan apa yang jadi favourit dan akan tetap diterima meski udah kenyang? Apa ya… favoritku mi, mau mi goreng, mi rebus. Dan mendingan gak makan nasi daripada gak makan mi, dan juga cenderung selalu gak tahan kalo liat masakan ini.
  8. Apa buku favouritmu? Little house series… ngumpulin semua seri walau yang berbahasa indonesia, tapi beneran buku ini menginspirasi banget.
  9. Apa pendapatmu tentang anjing? Hmmm… sama anjing ini aku termasuk yang gak bisa pegang, mungkin karena ada aturan di agamaku. Tapi aku suka juga sama beberapa jenis anjing, suka liatnya dan suka juga berbagai cerita tentang anjing, terutama kesetiaan mereka sama tuannya.
  10. Pengennya nanti pensiun tinggal di mana? Sampai saat ini ya pengennya tinggal di rumah yang aku tempati. Kalo gak, balik ke kampung, jauh dari keramaian
  11. Bagian dari tubuh mana yang menurutmu paling kamu suka ? Gigi dan rambut. Walau sekarang gigiku sudah  agak bermasalah tapi aku tetap bangga sama gigiku. Kalo rambut entah kenapa suka aja, gak ada alasan khusus.

Dan award ini gak aku teruskan ya… tapi bagi yang baca postingan ini kalo jadi pengen bikin juga, silakan ikuti pakem di atas ya…