Kids, Recently

Alhamdulillah bisa sedikit meluangkan waktu buat ketak-ketik dikit. Semoga menjadi awal lagi bisa sedikit berbagi cerita di sini.

Apa kabar anak-anak? Alhamdulillah dah makin gede semua, dah makin sibuk semua, maknya otomatis makin sepuh, hiks.

kids

Dzaky, si sulung, dah kelas 7 a.k.a kelas 1 SMP… alhamdulillah bisa dapat SMP yang diinginkan. Yang ada sekarang makin sibuk, judulnya aja sekolah half day, praktiknya tetep full day, bahkan di hari-hari tertentu, masuk j ke-0 dan hari sabtu full sampai jam 18.00. semoga kuat dan manfaat semua yang kamu lakukan ya mas, aamiin.

Rafi… si kelas 4 SD yang tingginya sama dengan kakak kelas 6nya ini sekarang lagi hobi banget baca yang mengefek ke rada nyebelin karena suka gak denger kalo dipanggil karena keasyikan baca ^_^. Masih sante aja anak ini, go show banget modelnya, cuma kalau tadinya susah cerita, sekarang mah ngomong terus, kolokannya sama ibu juga masih deh.

Shita, si anak baru di SD… menerima tongkat estafet dari mas Dzaky tuk lanjut sekolah di SD masnya, yang bikin dia jadi lumayan gampang adaptasi karena ustadz-ustadzahnya jadi ngapalin dia karena punya kakak di sana, hehehe.

Aila juga udah sekolah, di TK A, tempat Shita dulu… nemenin kakak Rafi sekolahnya. si mungil cantik ini lumayan alot penyesuaian sekolahnya… kadang ibunya yang gak tega liat badan kecil gitu udah harus sekolah full day, kayak melas karena emang paling mungil di kelasnya, tapi jangan tanya galaknya dan suka ngomentari kalau ada temannya yang masih suka nakalin teman lain, hihihihi.

Aiza, dah 15 bulan aja dan begitu rajinnya ibu, sampe gak ada dokumentasi dia di blog ini… maaf ya dik, hiks. Dah bisa jalan, sekarang mulai tahu yang namanya klayu (apa ni bahasa indonesianya), pinter akting nangis sampe keturutan apa yang dia mau, dan galaknya ngalah-ngalahin mas, kakak, mbak-mbaknya.

Ya…. segitu dulu, semoga segera ada waktu bisa cerita masing-masing tentang mereka, yang gak dirapel begini. Semoga kalian makin salih-salihah ya kesayangan ibu… doa ibu selalu bersama kalian, aamiin.

Iklan

ODOJ not only One Day One Juz…

Ada satu postingan yang beneran bikin kudu di-save.. supaya juga mengingatkan diri dan menguatkan niat kenapa dulu akhirnya memantapkan diri masuk ke ODOJ…

TADABUR SELASA 25.10.2016

By : Satria ODOJ PUSAT

ODOJ is not only One Day One Juz

But One Deen One Jasad

ODOJ itu tidak hanya tentang sehari satu juz saja.
Akan tetapi ODOJ juga merupakan wadah seluruh ikhwah.
Tak peduli suku, bahasa maupun strata.
ODOJ menjadi tempat kita berkumpul bersama.
Sebagai saudara seagama yang kokoh bak bangunan indah.
Saudara seagama ibarat satu tubuh dan satu raga.
Kala susah satu di antaranya, maka akan merianglah anggota tubuh lainnya.
Sebagaimana hadits indah dari tauladan kita ﷺ,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan SATU JASAD, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim).

ODOJ is not only One Day One Juz

But One Dream One Jama’ah

ODOJ tidak melulu hanya sebatas setor satu juz saja.
Ia juga mengajarkan kita bagaimana seharus menjadi muslim yang sempurna.
Saling mengingatkan dalam kebaikan dan dalam agama.
Saling menasehati tatkala ada saudara yang alfa.
ODOJ juga mengajarkan kita untuk bertanggung jawab dan bersama.
Merajut mimpi untuk bersatu dalam indahnya ukhuwah.
Memberi motivasi tuk menyemangati saudara yang mulai kehilangan asa.
Bersama berangkul dan saling memberi taushiyah.
Dengan CINTA dan UKHUWAH yang indah.
Selalu BERSABAR dan SETIA dalam setiap gembira dan susah.

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl : 125)

Allah ﷻ berfirman,

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

“Dan BERSABARLAH kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru (da’i) Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al-Kahf : 28)

ODOJ is not only One Day One Juz

But One Direction One Job

ODOJ tidak selalunya hanya laporan kholas di grup saja.
Ia juga memiliki misi dan juga pekerjaan untuk kita.
Misi bersama untuk membumikan Al Quran di bumi persada.
Pekerjaan untuk membiasakan seluruh insan mencinta kalam Ar Rahman.
ODOJ juga mengajarkan kita untuk senantiasa berada di atas satu arah.
Bersama memikul beratnya beban amanah.
Tidak pedulikan beda jarak dan berjauhan rumah.
Semua berkumpul disini demi TUJUAN dan PEKERJAAN yang indah.
Membangun peradaban yang dilandasi dengan harmonisnya ukhuwah.

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,” (QS. Fatir : 29)

ODOJ is not only One Day One Juz

But sOme Day One Jannah

ODOJ juga bukan hanya “ritual” kejar target sehari khatam 1 juz saja.
Namun ada pesan indah bagi kita semua.
Pelajaran berharga untuk kita ambil hikmah dan i’tibarnya.
Bersama berkumpul saling mendo’a kebaikan di dunia dan akhirat sana.
Menyingkirkan segala bentuk perbedaan dan mencoba menyatukan langkah nyata.
Saling berharap kelak, semua kan saling mencari saudaranya di Jannatul a’la.
Berharap suatu hari nanti, kita kan berkumpul disana…

Suatu ketika di dalam sebuah majelisnya, Rasulullah ﷺ bersabda,
“Allah menyelamatkan orang-orang beriman dari api neraka. Maka tidaklah perdebatan salah seorang di antara kamu bagi saudaranya dalam kebenaran yang diperbuatnya di dunia lebih keras dari perdebatan orang-orang beriman terhadap Rabb mereka tentang saudara-saudara mereka yang dimasukkan ke neraka.

Mereka berkata,
“Wahai Rabb kami, mereka itu adalah saudara-saudara kami yang dulu shalat bersama kami, berpuasa bersama kami dan berhaji bersama kami, namun mereka telah Engkau masukkan ke neraka”.

Lalu Allah berfirman kepada mereka,
“Pergilah, lalu keluarkanlah orang yang kamu kenal di antara mereka”.

Lalu mereka mendatangi mereka (para penghuni neraka itu), lalu mengenal mereka dengan rupa-rupa mereka, dimana api tidak melahap rupa-rupa mereka itu; di antara mereka ada yang disambar api hingga pertengahan kedua betisnya, ada lagi yang
disambar hingga kedua tumitnya, lalu orang-orang beriman tersebut pun mengeluarkan mereka.” (HR. Ibnu Majah)

Pun demikian halnya, Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada sahabat-sahabatnya sambil menangis tersedu-sedu :

“Jika kalian tidak menemukan aku nanti di Surga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang aku, “Wahai Rabb Kami… Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau. Maka masukkanlah dia bersama kami di Surga-Mu”.

And Here She is…..

Dialah yang jadi pembenaran hiatus dari blog…

Dialah alasanku rela wira-wiri 60 km tiap hari demi memenuhi hak-haknya

Dialah alasanku rela menutup telinga dan mata dari ucapan dan pandangan orang-orang yang tidak paham

Dia jugalah yang membuatku semakin paham bahwa Allah memang sangat menyayangi dan mencintaiku

Dia ada karena kehendak-Nya, supaya aku bisa lebih memahami ayat-ayatNya

Dia ada agar aku bisa mendapatkan kesempatan kedua, supaya aku bisa melakukan yang seharusnya kulakukan sebelumnya

20160223_145214

AIZA NISMARA PUTRI

Amanah yang Allah titipkan, yang di dalam namanya kami titipkan doa supaya dia menjadi anak yang cerdas, tenang pembawaannya, dan selalu bijaksana dalam mengambil langkah, aamiin. I love you sayang ^_^

Hello 2016

Bismillah… Alhamdulillah sampai saat ini Allah masih memberi karunia sehat pada kami sekeluarga. Melirik ke belakang, ternyata postingan di tahun 2015 cuma 1… sibuk banget buuu??? ^_^

Too much to share yang akhirnya malah jadi basi karena kelamaan… insyaAllahpelan-pelan dituliskan. Satu hal saja, ketika mulai bikin blog ini dengan menyatakan bahwa everyday is a blessing day itu beneran memang begitu. Bahwa Allah selalu bersama kita juga memang beneran deh. Dari banyak hal yang membuatku surprised, ada satu hal yang makin menguatkanku.. ketika kita bersandar hanya pada Allah dan sangat yakin kalau Allah bakal bantu kita, ya itulah yang akan terjadi. Sesulit apapun itu, ketika kita yakin padaNya, maka semua masalah itu satu-persatu akan terurai dan terselesaikan. Allahu Akbar.

First Post in 2015

Bismillah, rasa malas dan sok gak ada waktu ini memang kudu dilawan. Setelah hampir 5 bulan vakum, ada banyak banget cerita dan peristiwa yang tidak terdokumentasikan dalam tulisan, sampai udah basi deh kayaknya. Yuk kudu move on dan mulai sedikit demi sedikit melangkah.
Kabar kami baik Alhamdulillah, di rumah lagi berurutan panen buah. Kelengkeng tahun ini mulai bisa kita rasakan hasilnya meskipun belum banyak, durian adalah 4 biji bisa kita nikmati, meningkat dari tahun kemarin yang cuma 1 biji, rambutan sudah rutin berbuah yang bikin selama musim rambutan tidak perlu beli. Jambu biji merah, menyenangkan sekali, sampe eneg kita makan, saking banyaknya buahnya, dah dibagi-bagi juga masih aja banyak buahnya dari satu pohon. Apalagi ya? Oooo, pepaya yang memang juga sudah rutin pun tahun ini banyak juga, dan yang paling heboh beberapa minggu ini pohon cempedak kita berbuah ada sampai 20an buah, cuma isinya belum terlalu bagus, jadi masih belum banyak isinya. Segala puji bagi Allah bener deh.
Anak-anak juga udah tambah gede semua. Dzaky yang udah kelas 5 sekarang udah tambah tinggi, dan setelinga ibunya, badannya juga tambah gemuk, mukanya keliatan tambah dewasa, tapi masih kolokan, manja poll dan masih suka iri kalau adik-adiknya kalau mereka nempel ibunya, padahal yang terbanyak waktu bersama ibu ya di Dzaky ini.
Rafi si nomor dua yang sudah kelas 2 ini tambah tinggi, sekilas hampir sama tingginya dengan Dzaky dan sering dibilang kembar (kembar dari mana cobaa??), tambah kurus tapi, gak tahu makannya lari kemana, cuma sekarang udah pinter ngeyel. Si anak yang tadinya pendiam banget itu sekarang dah pinter ngeyel dan tambah pintar mengungkapkan perasaannya. Baru mulai hobi baca, mulai buka-buka koleksi komik lama ibunya, terus aku coba belikan Bobo lagi, Alhamdulillah tertarik, jadilah sekarang kita langganan majalah itu.

Ini pas kita jalan-jalan ke malang bulan Januari kemarin

Ini pas kita jalan-jalan ke malang bulan Januari kemarin

malang3

Shita, ni lagi balik jadi bayi lagi, entah kulakan dari mana, sekarang kalau minta apa-apa pakai nada siap ngamuk dan nangis kalau tidak langsung dituruti. Usut punya usut, dia liat itu di adik-adik kelasnya dan dia merasa karena di sekolah pasti gurunya langsung turun tangan, jadi dia coba trik itu di rumah, dan gatot lah pasti usahanya, hihihihihihi. Tapi dah tambah dewasa juga sekarang, sudah agak lama sapih tidur sama ibu, dia sekarang tidur sama dik vera, kadang-kadang aja bobok sama ibu. Lucunya awal sapih, 3 hari pertama sapih, dia sempat sakit panas, ternyata kangen sama ibu, pengen sama ibu.. kacian deh mbak shita. Balik tidur sama ibu 3 hari, sembuh lagi, dan balik lagi gak mau sama ibu.
Aila, lagi demam baju princess, maksudnya princess itu pake dress, sampai-sampai semua kaos dia singkirkan, kudu pake dress, jadi mulai buka-buka stock baju lama mbak shita yang udah gak muat. Lila ini juga lagi proses sapih nenen, berhubung ibunya gak mau maksa sama sekali, gayanya mau weaning with love, ya efeknya sampai sekarang masih ada saat-saat kudu nenen, meskipun cuma syarat mau tidur malam doang. Udah pinter banget ngomong, jadi gak cocok, dah pinter debat tapi masih nenen, hihihihihi. Ntar deh, pengen nulis tentang cerita sapih anak-anak, insyaAllah.

Si princess yang lagi hobi banget pake dress, ini dua-duanya baju mbak, dah cukup ke dia sekarang ^_^

Si princess yang lagi hobi banget pake dress, ini dua-duanya baju mbak, dah cukup ke dia sekarang ^_^

Semoga kalian sehat selalu ya sayang… jadilah anak yang salih-salihah yang bisa memberi kemanfaatan bagi sesama, amien.

6 Tahun Berlalu…

Dan aku masih selalu merindukanmu… rindu kehadiranmu yang selalu kami nantikan, rindu bertemu denganmu walau kita baru saja ketemu
6 tahun sudah, dan aku masih kangen dengar suaramu di telepon yang selalu sibuk menanyakan cucu-cucu kesayangannya, rindu sms-smsmu yang kadang singkatannya super ajaib, hanya yang nulis yang bisa menerjemahkan ^_^#
6 tahun ini ruang kosong yang engkau tinggalkan masih tetap kosong, tidak ada yang akan bisa menggantikannya… dan terkadang bikin sesak di dada jika rindu itu menghampiri
6 tahun itu bukan waktu yang sebentar, tapi kehadiranmu masih sangat terasa, terutama saat kita pulang ke Temanggung dan setiap berada di kamarmu, anak-anak terutama Dzaky-Rafi masih sering lupa dan bertanya, kakung mana bu?? Bahkan Shita dan Aila yang belum pernah bertemu pun selalu menanyakanmu tiap liat fotomu.
6 tahun sudah, dan aku masih ingat jelas bagaimana papa menggendong cucu-cucu papa dengan kain gendong, papa ajak jalan-jalan muter kampong, bahkan ketika mengantarkan kami ke Fukuoka pun, papa tidak malu menggendong Dzaky dengan kain itu jalan-jalan di sekitar apato.
6 tahun kita berpisah raga, tapi aku masih ingat semua nasihat papa. Papa yang selalu menasihati anak-anak dengan logika kita, papa yang hampir tidak pernah marah atas apapun keputusan anak-anaknya meskipun itu mungkin di luar kemauan papa sebagai orang tua, dan papa yang selalu bisa menghangatkan hati kami karena selalu membuat kami merasa spesial di matamu.
Tiap hari ulang tahun papa… yang ada aku selalu mellow…. Nyesek lagi ingat papa. Mendadak banyak yang bikin ingat banget sama papa.. mulai panenan jambu biji kesukaan papa di kebun rumahku, lihat anak-anakku yang sering menanyakan asal-usul mereka, Shita yang sering bilang kangen kakung (efek cuci otak ibunya kali yaaa??)

Terima kasih atas semua yang papa lakukan buat kami, buat aku, buat cucu-cucu papa. Terima kasih sudah sedemikian banyak berkorban buat kami, selalu mau mendengarkan semua curhatan kami, sudah menjadi ayah dan kakung yang luar biasa buat kami. You are the best father ever, I love you with all my heart.

#Jadi papa dulu kalau sms itu suka banget pake singkatan-singkatan yang kadang bikin kita yang nerima kudu mikir 10x dulu buat menerjemahkan apa yang beliau maksud… ya jadi seru si, baca sms aja kayak baca kuis berhadiah apaaaaaa gitu… dan senengnyaaaa kalo berhasil memecahkan kode rahasia dari papa, hahaha… lebay mode on.
Tapi satu hal yang papa gak pernah lupa dalam smsnya… beliau selalu menuliskan kata CUN (sun = cium) di akhir SMS yang beliau kirim… saking sayangnya beliau sama kita, kata itu bukan sekedar tempelan d isms, tapi memang itu yang selalu ingin beliau pada kami, hiks… #nulis ini jadi kangen pengen terima sms papa dan jadi inget dulu HPku itu akan menghapus sendiri sms yang dianggap sudah kadaluwarsa. Jadi waktu papa habis sedo kan aku sama sekali tidak menghapus sms-sms beliau… lha tiba-tiba semuanya hilang sekitar sebulan kemudian… huuuaaaaaaaa… padahal sering aku baca-baca ulang.

LOVE YOU PAPA SAYANG!!!

K.B.S.M

Kretekin tangan yang sampe kaku karena lama gak posting di blog lagi ^_^. Hutang pribadi yang entah kapan akan terbayar lunas, tapi bismillah, memang kudu ‘dipaksa’ biar bisa mempertanggungjawabkan yang sudah diikrarkan.

Ini hutang cerita lebaran… huaaa… dah lama banget ternyata. Kali jni mau cerita tentang perkumpulan keluarga besarku dari pihak Papa. KBSM ini singkatan dari Keluarga Besar Slamet Martodihardjo, bapaknya papaku. Yang mendasari berdirinya KBSM ini adalah mulai sepuhnya putra-putri eyang Slamet.. Eyang punya putra-putri yang hidup sebanyak 9 orang, 3 laki-laki dan 6 perempuan. Dari 9 orang ini yang masih ada di desa ada 4 bulik. Keempat bulik ini wajib dikunjungi ketika aku pulang dari Yogya dan terutama pas lebaran. Eyang kakung sedo sekitar tahun 2002, sedang eyang putri sedo tahun 2005. Jadi dari 4 anakku cuma Dzaky yang sempat ketemu eyang buyut putri, dan gak ada yang ketemu eyang buyut kakung. Ketika mereka meninggal, belum ada pemikiran buat ngadain perkumpulan ini, toh masih ada bude dan papaku yang jadi pengganti eyang. Papaku ini anak ke-2, dan beneran jadi pengganti eyang kakung karena dulu uti sangat bergantung apa-apa sama papa.

Rasa kosong itu muncul ketika papa sedo di tahun 2008, dan bude sudah mulai memburuk kesehatannya, sehingga kemudian ada pembicaraan bahwa harus ada pemersatu agar keluarga eyang tidak terpecah-belah sampai gak kenal siapa saudara, mana ponakan, mana cucu. Lalu ada ide agar kita mengusahakan ketemu pas hari lebaran, dan buat mengantisipasi saudara yang dari luar kota, maka dibuat pertemuan itu di hari ke-3 lebaran. Lebaran tahun 1435 H ini adalah pertemuan kita ke-3, dan tempatnya masih di rumah eyang Slamet yang sekarang ditempati bulik no 8.

Keluarga besar eyang ini memang beneran besar, dari 9 putra-putri eyang, ada 32 cucu, dan sampai postingan ini dibuat, sudah memiliki 37 buyut. Di pertemuan pertama dan kedua masih ada Oom Woto, sedangkan pada pertemuan ketiga kemarin, Oom Woto pun sudah sedo… jadi rasanya makin nyesek deh, mengingat bahwa putra eyang yang laki-laki ternyata lebih disayang Allah. Di hampir setiap pertemuan pasti ada rasa terharu mengingat mereka yang sudah tiada… acar selalu diawali dengan doa bersama, mendoakan anggota keluarga besar eyang yang sudah mendahului kita. Tidak lupa pasti kudu foto-foto.. update jumlah anggota juga.

Foto Lebaran 1

Serunya yang namanya ketemu keluarga kan… adaaa aja obrolan, gak ada habis-habisnya, sampe kadang anak dan suamiku protes karena ibu keasyikan ngobrol ^_^. Ya maaf, habis ibu kan jarang lagi ketemu saudara yang dulu sehari-hari jadi teman bermain waktu masih SD dulu. Ya hampir sama lah dengan reuni sama teman-teman sekolah, bikin lupa umur kan?? Lupa juga dah berbuntut banyak ^_^. Seneng tapi juga sedih… bude-bulik sudah pada sepuh, sudah mulai banyak nikmat yang diambil Allah dari mereka. Ya biarpun di satu sisi sadar kalo kita pasti bertambah usia, tapi kok ya ada rasa gak rela lihat mereka semakin sepuh… pengennya mereka muda terus, maunyaaa…

Mudah-mudahan pertemuan ini akan berlangsung terus, bisa dipertahankan dan bisa makin ditingkatkan kualitas pertemuannya. Cita-citaku si pengennya digilir ke rumah siapa-siapa yang bukan di Temanggung, gentian, di Yogya, Jakarta, Tasik,… jadi kan seru liburan keluarga besar.. sewa bis ^_^

Mudah-mudahan pertemuan ini akan berlangsung terus, bisa dipertahankan dan bisa makin ditingkatkan kualitas pertemuannya. Cita-citaku si pengennya digilir ke rumah siapa-siapa yang bukan di Temanggung, gentian, di Yogya, Jakarta, Tasik,… jadi kan seru liburan keluarga besar.. sewa bis ^_^

Kejutan Manis Penambah Rasa Syukur

Bismillah, mumpung ada sedikit luang waktu… mari kita coba rangkum sekilas kabar dari berapa lama gak update blog
Alhamdulillah masih diberi kesempatan sehat, jadi insyaAllah bisa menjalani aktivitas yang kalau ditulis gak akan ada habisnya. Alhamdulillah Allah sangat sayang sama hamba-Nya yang masih belum bisa maksimal beribadah. Allah tetap melimpahkan banyak kasih sayangnya ke aku dan keluarga, Alhamdulillah.
Begitu banyak kejutan manis yang aku dapat selama beberapa bulan ini, sebut aja
1. Dapat kiriman buku dari sahabat-sahabat maya yang cita-cita kopdar masih dalam angan-angan… #lirik mb titi dan mak sondang
2. Kopdar dan dapat hadiah cantik dari pemilik masrafa.com (cerita kopdarnya baca di sana aja ya ^_^)
3. Limpahan hadiah buat anak-anak selama ramadhan kemarin yang sukses bikin mereka happy berat
4. Kiriman special dari salah satu sahabatku… gak tahu kenapa, tiba-tiba dia bbm minta alamatku, bilang pengen kasih sesuatu buat aku. Kenal juga baru di grup, kita belum pernah ketemu darat juga, hanya memang agak intens ngobrol via WA gitu… dan paketnya sesuatu banget, kayak dia tahu aja aku memang sedang butuh yang dia berikan ke aku…. Ma kasih adikku sayang.
5. Puncaknya adalah ketika satu hari pas kebetulan aku ijin pulang bentar di siang hari buat antar dzaky yang hari itu pulang cepat karena pas UAS. Sampe rumah baru aja duduk, tiba-tiba ada mobil berbak terbuka masuk ke halaman rumah. Aku nanya ke anak-anak, siapa tu jam segini bertamu?? Anak-anak cuma komen… halah palingan orang atret doang bu. Lha kok mobil itu terus jalan mundur menuju rumah kami… dan berhenti. Salah satu dari mereka turun dan nanya apa bener ini rumah yang mereka cari. Ternyata memang tujuan mereka ke rumah, dan pas liat apa yang mereka kirim… huaaaaaaaaa, #jingkrak-jingkrakmodeon. Ini ulah siapa ya kasih kiriman barang yang udah lamaaaaaaa aku impikan. Tertuduh pertama suami dong.. sapa lagi kan?? Tapi aku liat lagi tulisan di denah yang mereka bawa… kok kayak tulisan mamaku yaaa?? Tak liaaatt lagi… waah bener deh, tulisan mama. Dan ini lho hadiahnya

Ya Allah, nikmat mana lagi yang akan aku dustakan ketika aku dikelilingi orang-orang yang begitu sayang sama aku. Dan tau alasan mama kasih itu?? Katanya kamu mau bikin selimut perca, ya daripada ribet bawa-bawa kain ke rumah adik, mending digarap di rumah sendiri kan?? Huaaaaa… jadi terharu. Emang ini barang impian sejak aku pindah rumah. Walaupun belum bisa jahit, tapi minimal bisa lah kalo cuma benerin baju sobek atau jahit celana bolong, hihihi.
Tapi beneran banyak kejutan manis itu bikin rada merinding juga lho… betapa mudahnya Allah mengabulkan permintaan kita, sementara kita sering ngeluh kalo minta sesuatu gak langsung dikabulkan. Padahal kayak hal-hal di atas aja merupakan contoh kalau kadang hal yang baru kita rencanakan saja sudah langsung Allah berikan ke kita… kurang sayang apa coba Allah sama hamba-Nya.

Marhaban ya Ramadhan

Alhamdulillah Allah masih memberi kita kesempatan untuk menikmati indahnya Ramadhan. Tahun ini setahuku ada dua versi awal hari pertama puasa dan seperti biasanya, si ayah mintanya kita ikut apa kata pemerintah, jadi kita mulai di hari ahad. Tahun ini jatah Shita mulai belajar puasa karena dah 4 tahun, dan Alhamdulillah sekolahnya juga ikut kasih semangat anak-anak buat ikutan puasa.
Hari pertama sahur, sebelum tidur Dzaky minta pinjam HPku, katanya mau dia pake sebagai alarm biar bisa bangun jam 3. Dan beneran bikin kaget, karena pas aku lagi ribet di dapur, tiba-tiba dia yang dah nongol aja di dapur.. subhanallah, semangat sekali mas??? Sahur hari pertama lancar, Rafi, Shita, bahkan Aila dengan penuh semangat bangun dan langsung mau makan dengan ceria. Setelah subuh, anak-anak minta bobok lagi dan pas bangun, eh Shita langsung minta makan, hahaha.. piye to mbak?? Dan setelah dirayu-rayu akhirnya bertahan sampai jam 10.30. Alhamdulillah tuk hari pertama. Hari kedua masih sama jam segitu juga, tapi dia sudah semakin melemah semangat sahurnya. Ya mungkin karena ada penggo da kecil yang lagi banyak-banyaknya makan, si Aila. Hari ketiga mau bangun tapi dia sedih karena adiknya gak ikut bangun, dan berakhir tidak puasa sama sekali ^_^. Hari keempat, gak mau maem nasi, alasannya adiknya gak ikut bangun, ntar kasian dedek maem sendiri, hehehe.. alasanmu mbak mbak…
Untuk salat tarawih, berhubung mulai senin kemarin si ayah tiap hari kudu safari tarawih, jadinya memanfaatkan 2 hari pertama buat tarawih di rumah, bareng satu keluarga. Tarawih pertama, Shita subhanallah kuat mengikuti rangkaian isya-tarawih-witir. Hari itu lancar karena Ala dah bobok. Hari kedua, si penggoda beraksi. Lila mau ikut salat, tapi ya Allah, anak itu kan super duper usil, semua orang dia goda selama proses salat. Kalaupun tidak menggoda, dia bikin ulah dengan dari posisi berdiri langsung sujud, atau tiba-tiba lepas rukuh sendiri… sibuuuk banget. Puncaknya semalam, kita salat bareng tanpa ayah, dan si mungil beneran bikin pengen nguyel-nguyel pipinya sampe bolong… #sadis. Ya habis, kan aku bagi tugas sama Dzaky, dia bagian Imam Isya dan Witir, aku bagian tarawih. Pas isya, lila godain mbaknya sampai bikin mbaknya gak tahan, batal salat dan nyiumin dia. Pas tarawih, tawaf Lila, muterin maknya dan lanjut muterin semua yang salat. Tarawih kloter dua, dia mau duduk d depanku tapi ya dengan segala keisengannya nggodain mbak Ita yang dah ngantuk banget.
Yang bikin rada deg-degan sahur kemarin, karena aku bangunnya oun dibangunin Vera, dah jam 3.30 aja kakak… dan ternyataaaaaa KITA LUPA BELUM MASAK NASIII… astaghfirullah, langsung heboh siap-siapin, Alhamdulillah di jam 4 yang buat ibu mertua dah bisa siap dan sambil bangunin anak-anak, akhirnya nasi juga bisa matang… legaaaaa. Hari ini diwarnai sama Dzaky yang karena masih ngantuk jadi bête banget dibangunin, hhggghhhh…. Ternyata Ramadhan ini masih harus diwarnai kerewelan si sulung yang dah mau akil baligh tapi kadang belum bisa mikir panjang atas sikap dia. Semoga ke depannya lebih baik.. amien.
Apalagi ya?? Untuk urusan tilawah…. Alhamdulillah Dzaky mau rutin tilawah, Vera juga sekarang gabung ODOJ ngikutin maknya, jadi rumah kita lebih semarak akan ayat-ayat Al Qur’an. Untuk kegiatan TPA masjid, Shita yang paling semangat, dari hari pertama dia semangat ’45 berangkat dan kata Vera, sekarang dia sudah berani apa-apa sendiri, gak kayak tahun lalu yang masih ngelendot sana ngelendot sini ke Vera.
Bagaimana puasa teman-teman semua? Penuh warna juga kah? Semoga puasa Ramadhan kita sukses dan kesempatan kita mencharge ruhiyah kita dengan banyak ibadah bisa berhasil sempurna… amien.

Tentang Menepati Janji

Janji adalah hutang… sebagai muslim, aku yakin bahwa ketika kita berjanji maka kita harus berusaha untuk memenuhinya. Bahkan kita diharapkan tidak lupa mengucapkan insyaAllah ketika mengucapkan janji, karena itu merupakan kepastian kita bahwa kita akan menepati janji yang kita ucapkan itu. Dalam pengamalannya, kata insyaAllah ini sudah bergeser menjadi sekedar pemanis bibir dan akibatnya pernah ada teman yang protes ke aku supaya tidak mengucapkan kata itu, karena dia merasa kalau aku bilang gitu berarti aku dah niat untuk tidak menepati… astaghfirullah. Waktu itu aku agak emosi nerimanya, sampai akhirnya pelan-pelan aku jelasin, bahwa secara jadwal saya bisa, tapi kan tetep aja wallahu a’lam, kita tidak bisa memastikan 100% karena kita tidak tahu rencana Allah kan???

Dan tentang menepati janji ini, beberapa waktu lalu ada kejadian yang lumayan bikin eneg di hati. Aku nulis ini juga cuma sebagai pengingat pribadi biar nanti-nantinya tidak seperti ini. Jadi aku ada temen yang sebenarnya cukup dekat. Awal hubungan kami baik-baik saja, sempat kerja sama jualan juga, kami sering bertukar barang, saling membantu menjualkan dagangan kita masing-masing. Semakin kesini, wallahu a’lam apa yang terjadi dengannya, yang ada dia mulai sering mengingkari janji yang dia buat sendiri. Seringnya si misal janji mau datang hari selasa jam 10, yang ada di jam yang ditentukan gak hadir dan ditunggu kabarnya gak ada kabar… ntar ngabari lagi pas udah lewat jauh dari jam janjian, bahkan pernah sampai ganti hari… hufffff. Tapi giliran dia sudah sampai lokasi janjian duluan, yang ada nyecer kita mulu via sms, kapan kita nyampe, dah sampai mana, jadi datang gak, aku dah nungguin ni… hhhggghhh.

Pernah di satu waktu, aku sampai nanya ke dia kenapa si sering banget mblenjani janji yang dia buat sendiri? Dia selalu pake alasan anak-anaknya yang bikin dia kesulitan memenuhi janji. Yang terakhir kemarin, alasannya dia mendadak ada diklat di diknas, jadi gak bisa nemuin aku. Helloooo, hari gini sms susah banget yaaaa??? Sampe aku pernah bilang, memang saya bukan salah satu hal yang penting dalam hidup anda, bukan yang kudu diprioritaskan dalam keseharian njenengan, tapi anda bukan satu-satunya manusia di dunia ini yang sibuk, tapi yang namanya tanggung jawab menepati janji kan itu urusan masing-masing individu sama Allah. Dan tahu apa yang selanjutnya??? NO COMMENT aja dari dia… #urut dada. Jadi yang terakhir ini kita dah sms-an janjian mau ketemuan di jumat pagi dan 2 jam sebelum jam janjian, aku dah sms memastikan mau datang jam berapa, dan gak dibalas dong… tahu-tahu sore hari aku disms bahwa dia minta ikhlasku yang besar tuk memaafkan dia. Astaghfirullah. Suami sampai protes karena kejadian ini dan minta aku tidak behubungan lagi dengan dia supaya tidak bikin aku berpenyakit hati.

Dari kejadian itu kan bikin aku jadi berkaca, jangan-jangan aku pernah melakukan hal yang sama. Selama ini, aku termasuk yang rewel kalo urusan janjian, karena aku pengennya aku beneran bisa memenuhi janji. Ya kalau perlu aku sampaikan jadwalku sampai rinci dengan teman yang aku ajak janjian bisa saling menyesuaikan jadwal. Niat baik begini aja adaaaa aja yang jua gak suka. Dibilang rese amat si janjian aja ribet. Padahal setiap detik kita kan berharga ya?? Ada jeda setengah jam bisa buat nyusuin anak, bisa jadi satu masakan sederhana, bisa pula setrika 10 potong baju… atau bahkan tilawah setengah juz..so daripada setengah jam untuk menanti ketidakpastian, mendingan dipakai buat hal lain yang lebih berguna kan? Waktu yang tersedia buat mak-mak dengan 4 anak yang masih kudu nyambi kerja 8-16 itu jadi terbatas banget,

Tapi ada juga temen yang sangat paham, jadi dia selalu sudah tahu kalo aku janjian ma dia dan dah mepet jamku pulang, ya dia selalu menahan diri tidak banyak mengajak ngobrol. Asyiklah kalo sama teman yang paham begini, ya karena dia juga punya aturan, setiap jam 10 malam-9 pagi hp dia juga dia matikan buat memberi waktu dia beristirahat dan mengurus rumah, jadi ya jangan harap bisa telepon dia atau sms yang pengen langsung dibalas… kudu nunggu di atas jam 9 pagi.

Intinya, sebenarnya dengan kita memenuhi hak orang lain berarti sebenarnya kita juga melindungi dan menghormati hak kita sendiri kan?? Itu yang selalu aku tanamkan ke diri aku sendiri dan mulai aku tanamkan ke anak-anak. Ponakanku sudah sangat paham itu, jadi diapun menerapkan hal yang sama, dia tidak akan keluar rumah sebelum nanya ke aku, karena hubungannya dengan pembagian tugas jaga rumah. Atau juga kayak dzaky yang sudah mulai bikin acara sama teman-temannya, ya dia udah harus bisa mikir kira-kira ada yang antar gak,mengganggu jadwal ayah atau ibu yang kudu antar-jemput gak, dan sebagainya. Jadi mengajari dia buat gak langsung mengiya-iyakan janjian ma temen dan berakhir ingkar janji karena ternyata ayah atau ibunya pas gak bisa membantu.

Sebenarnya tidak susah kok menepati janji. Kalau kita ngerasa sebel ketika teman lain tidak tepat janji, yakinlah, mereka juga mengalami hal yang sama ketika kita ingkar janji juga ke mereka. Prinsipku, apa yang aku tidak suka atas perlakuan orang lain ke aku, ya itu juga yang aku usahakan tidak kulakukan.