6 Tahun Berlalu…

Dan aku masih selalu merindukanmu… rindu kehadiranmu yang selalu kami nantikan, rindu bertemu denganmu walau kita baru saja ketemu
6 tahun sudah, dan aku masih kangen dengar suaramu di telepon yang selalu sibuk menanyakan cucu-cucu kesayangannya, rindu sms-smsmu yang kadang singkatannya super ajaib, hanya yang nulis yang bisa menerjemahkan ^_^#
6 tahun ini ruang kosong yang engkau tinggalkan masih tetap kosong, tidak ada yang akan bisa menggantikannya… dan terkadang bikin sesak di dada jika rindu itu menghampiri
6 tahun itu bukan waktu yang sebentar, tapi kehadiranmu masih sangat terasa, terutama saat kita pulang ke Temanggung dan setiap berada di kamarmu, anak-anak terutama Dzaky-Rafi masih sering lupa dan bertanya, kakung mana bu?? Bahkan Shita dan Aila yang belum pernah bertemu pun selalu menanyakanmu tiap liat fotomu.
6 tahun sudah, dan aku masih ingat jelas bagaimana papa menggendong cucu-cucu papa dengan kain gendong, papa ajak jalan-jalan muter kampong, bahkan ketika mengantarkan kami ke Fukuoka pun, papa tidak malu menggendong Dzaky dengan kain itu jalan-jalan di sekitar apato.
6 tahun kita berpisah raga, tapi aku masih ingat semua nasihat papa. Papa yang selalu menasihati anak-anak dengan logika kita, papa yang hampir tidak pernah marah atas apapun keputusan anak-anaknya meskipun itu mungkin di luar kemauan papa sebagai orang tua, dan papa yang selalu bisa menghangatkan hati kami karena selalu membuat kami merasa spesial di matamu.
Tiap hari ulang tahun papa… yang ada aku selalu mellow…. Nyesek lagi ingat papa. Mendadak banyak yang bikin ingat banget sama papa.. mulai panenan jambu biji kesukaan papa di kebun rumahku, lihat anak-anakku yang sering menanyakan asal-usul mereka, Shita yang sering bilang kangen kakung (efek cuci otak ibunya kali yaaa??)

Terima kasih atas semua yang papa lakukan buat kami, buat aku, buat cucu-cucu papa. Terima kasih sudah sedemikian banyak berkorban buat kami, selalu mau mendengarkan semua curhatan kami, sudah menjadi ayah dan kakung yang luar biasa buat kami. You are the best father ever, I love you with all my heart.

#Jadi papa dulu kalau sms itu suka banget pake singkatan-singkatan yang kadang bikin kita yang nerima kudu mikir 10x dulu buat menerjemahkan apa yang beliau maksud… ya jadi seru si, baca sms aja kayak baca kuis berhadiah apaaaaaa gitu… dan senengnyaaaa kalo berhasil memecahkan kode rahasia dari papa, hahaha… lebay mode on.
Tapi satu hal yang papa gak pernah lupa dalam smsnya… beliau selalu menuliskan kata CUN (sun = cium) di akhir SMS yang beliau kirim… saking sayangnya beliau sama kita, kata itu bukan sekedar tempelan d isms, tapi memang itu yang selalu ingin beliau pada kami, hiks… #nulis ini jadi kangen pengen terima sms papa dan jadi inget dulu HPku itu akan menghapus sendiri sms yang dianggap sudah kadaluwarsa. Jadi waktu papa habis sedo kan aku sama sekali tidak menghapus sms-sms beliau… lha tiba-tiba semuanya hilang sekitar sebulan kemudian… huuuaaaaaaaa… padahal sering aku baca-baca ulang.

LOVE YOU PAPA SAYANG!!!

Iklan

5 thoughts on “6 Tahun Berlalu…

  1. Sedih yaa karena smsnya kehapus, duh gw gak kebayang kalo sampe nanti salah satu dari orang tua berpulang. Padahal kan ini pasti terjadi ya, entah kita atau mereka yang lebih dulu, tapi gak kuat mbaak huhuhuhuhuhuuhh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s