Random Thoughts Buat Interospeksi Diri

Hari-hari ini banyak hal yang mengingatkanku buat semakin mempersiapkan kematian. Dari diskusi dengan teman-teman selingkaran, obrolan dengan saudara, hasil baca buku, dan gress tadi pagi, salah satu teman meninggal setelah lama berjuang mengobati penyakitnya.

Mungkin sedikit aku jadikan catatan buat aja buat aku dan mungkin bisa sharing sedikit di blog ini. Pertemuan rutinku pekan kemarin, aku diingatkan supaya kita selalu memperbaiki ibadah pribadi kita. Taruhlah yang tadinya sudah rutin salat wajib, ya tambahlah dengan salat sunnat; kalo yang sudah rutin tilawah , yang tambahlah dengan mulai menghapal, harus selalu ada perbaikan di diri kita. Itu yang buat pribadi.. untuk urusan hablum minannas kita, ya tetap kudu selalu ramah sama tetangga, semakin mengenal tetangga kita.. urusan rumah tangga pun begitu, harus semakin menuju ke kebaikan. Intinya maksimalkan potensimu, maksimalkan amalmu, karena kita gak tahu kapan ajal akan datang, dan semoga pas saat itu datang, usahakan di waktu itu pas kita sedang melakukan amal terbaik kita.

Lalu tadi pas dengar kabar kalo temanku ini meninggal… banyak cerita baik tentang beliau, semoga Allah menerima semua amal salihnya, amien. Subhanallah.. yang jelas bikin iri sama amal-amalnya, hiks. Dan yang bikin jleb banget, pas perjalanan ke rumah duka, salah satu dosen yang duduk di belakangku bilang, bahwa ketika seseorang pernah mengalami sakit yang paraaahhhh dan kemudian diberi kesempatan sembuh, maka sesungguhnya dia itu diberi kesempatan bertobat atau diberi Allah kehidupan yang baru. Dan satu hal yang pasti, seharusnya hal itu membuatnya menjadi lebih siap MATI…

Jadi mikir, apa yang sudah kusiapkan buat menghadapi kematian ya?? Huaaaaa, bagiku, kematian itu masih menakutkan, hiks… bukan karena aku tidak mempercayai datangnya, bukan juga yang karena masih cinta dunia… tapi lebih karena aku merasa belum cukup punya bekal buat menuju kesana.. belum bisa mempraktikkan yang saudara bilang.. ketika kita sakit, maka kita harus berupaya semaksimal mungkin buat sembuh, tapi gak perlu mikir kapan kita bagaimana nanti kalo saya mati, kan mati itu sesuatu yang pasti datang, dan sudah ada ketetapannya.. kita tinggal menjalaninya… belum, aku belum sampai di tahap itu.

Aku masih ada di tahap ketika banyak cerita orang yang meninggal atau baca buku tentang kematian, maka itu akan bikin aku gak bisa tidur semalaman, kebayang dosaku yang masih bertumpuk dan rasanya belum juga aku melakukan perubahan berarti buat menutupi dosa-dosaku. Bahkan pernah ada satu waktu yang aku gak berani tidur karena takut bablas, gak bangun lagi. Parah ya?? Jadi yang aku usahakan sekarang buat persiapannya ya tetap aja masih di taraf pribadi.

  1. Berusaha tidak berbohong kepada siapa saja, terutama kepada anak-anak. Meskipun kadang ada beberapa situasi yang membuat kita jadi terlibat masalah ketika jujur, ya diusahakan tidak sampai berbohong, apapun bentuknya. So far si, anak-anak, yang ini masih dzaky yang aku jadikan parameter, dia merasa ibunya tidak pernah membohonginya…. Alhamdulillah.
  2. Menahan marah dan mengalihkan dengan mengungkapkannya memakai bahasa yang lebih santun. Dan yesss.. susaaaahhhh banget!!! Yang namanya orang marah kan memang pengennya keluar semua yang kita rasakan. Dan asli, aku paling gak suka dengar orang berantem atau dengar orang marah. Jadi kalo ada keributan, di mana aja, seringnya aku cenderung jadi pihak yang diam atau menengahi… entah gimana caranya. Dan belum sepenuhnya berhasil, tapi lumayanlah sudah mulai kelihatan hasilnya, meski tipis..
  3. Berusaha tidak terlalu mencintai dunia.. seperti yang Rasul katakan, jangan letakkan dunia di hatimu, tapi cukup di tanganmu saja. Segala sesuatu tidak ada yang abadi, semua hanya pinjaman dari Allah yang bisa sewaktu-waktu Dia minta, termasuk suami dan anak-anak, dan keluarga kita. Jadi, proporsional sajalah dalam mencintai, sesuai kadar masing-masing.
  4. Berusaha ikhlas menjalankan segala sesuatu. Sedang sangat belajar tidak mengungkit-ungkit hal-hal yang sudah kulakukan, yang seharusnya dilakukan orang lain.. di beberapa tahap masih belum berhasil.. masih ada sebersit rasa gak terima, kenapa harus saya yang mengalami ini, hiks
  5. Selalu merasa bahwa apapun yang kita lakukan, sekecil apapun, semua ada catatannya. Kalo ingat lagu Chrisye yang diadaptasi dari surat Yasin, tentang kesaksian anggota tubuh kita di akhirat nanti… itu selalu aku usahakan jadi pengingatku. Yang kecil aja dicatat, apalagi yang besar kan??
  6. Yang juga masih on progress.. tentu saja, terus berusaha jadi better person everyday… dan semoga yang ini diijabah Allah, amien

Yuk.. berproses terus menuju ke arah yang lebih baik. Manusia punya kemampuan untuk menjadi seperti malaikat atau lebih parah dari setan.. kitalah yang bisa memilih dan yang akan menjalani pilihan kita…dan mengingat kematian ini adalah salah satu sarana supaya kita tetap lurus dan istiqomah mengingat akhirat

 

Iklan

10 thoughts on “Random Thoughts Buat Interospeksi Diri

  1. jadi ikutan muhasabah iniiih…
    tapi aku pernah ngalamin.. ketika aku sudah ‘merasa lulus’ di satu hal, kemudian seperti dapat remedial gitu… jadi buru buru istighfar,

  2. de pernah nulis yang sama ttg bekal kepulangan nanti. Kek nya karena kita makin tuwak ya mbak, jadi gampang keinget mati. Hehehe

    Smoga kita bisa terus memperbaiki diri dan memperbanyak bekal utk pulang menghadapNYA

  3. thanks remindernya, mba. cinta dunia memang sungguh melenakan. buat anak, biasanya kalo mereka sudah merajuk, baiknya ditanyain aja apa maunya. komunikasi intinya, biar dia juga mulai paham apa yang boleh dan ga boleh. jadi kita ga harus bohong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s