Syarat dan Ketentuan Berlaku

Waktu luang memang bisa menjebak, bisa buat kita terlena dan membuat kita lalai pada kewajiban yang harusnya kita kerjakan. Tapi kadang mencari waktu luang itu sulit sekali, di saat begitu banyak kerjaan yang antri minta digarap, sekedar duduk untuk menuliskan apa yang ada di pikiran saja sulit. Kalau kemarin aku nulis bahwa ternyata di antara waktu kita yang 24 jam itu, kita masih bisa meluangkan sedikit waktu untuk tilawah barang 1 juz, ternyata hal itu belum bisa kupraktekkan ke urusan posting di blog… jadilah blog ini sedikit terbengkalai, hiks.

Ada kejutan di awal tahun 2014 ini… jadi ceritanya kan salah satu kabag  di kantor ada yang pensiun bulan November kemarin. Gak tahu kenapa, posisi itu tidak langsung ada yang menggantikan. Di akhir Desember, pas rapat bulanan, bos menyampaikan bahwa pimpinan sebisa mungkin pengen pengganti teman yang pensiun itu ya dari kita sendiri, hanya saja memang ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, dan dari syarat-syarat itu… ada dua orang yang masuk kualifikasi, seniorku  dan aku. Prosedurnya dua nama ini dibawa ke pimpinan supaya dipertimbangkan. Akunya si santai banget karena posisi itu posisi kepala bagian pengadaan dan pengolahan, sementara backgroundku bukan dari perpus dan senior adalah lulusan perpustakaan, intinya kemungkinanku terpilih sangat kecil lah.

Tanggal 8 Januari sore, tiba-tiba ada telepon dari pimpinan yang memintaku hadir kesana hari berikutnya bersama atasanku buat penyerahan SK.. ada apa ini?? Atasanku pas aku kasih tahu juga ada apa to mbak?? Gak tau juga ada apa. Jeng jeng jeng, ternyata ya penyerahan SK itu buat aku, ya Allah, ada apa ini?? Binguuuung kok jadi aku yang dipercaya pegang amanah ini ya?? Banyak pertanyaan deh, kan ini harusnya dipegang mereka yang backgroundnya perpustakaan, kan harusnya yang lebih senior yang lebih berhak, sementara aku kan masih belum banyak pengetahuan tentang ini.. klasifikasi buku itu kayak apa, kerjain borang itu gimana?

Tapi atasan dan pimpinan menguatkan aku dengan menasihati, bahwa aku dianggap fast learner, dan jabatan ini tidak harus dipegang mereka yang backgroundnya perpustakaan…. Bismillah, semoga aku bisa. Terus terang gamang itu masih ada, sampai saat aku nulis ini masih kerasa… ada ketakutan kalo tidak bisa mengerjakan yang jadi tanggung jawabku. Terus jadi ingat salah satu nasihat teman bahwa Allah itu selalu menguji hamba-Nya untuk melihat kadar keimanannya Di saat aku merasa sudah merasa settle dengan apa yang kujalani setiap hari, mungkin Allah melihat bahwa ini saatnya aku move on… pindah, keluar dari zona nyaman.. kudu belajar lagi yang lebih besar, tidak boleh puas dengan yang sudah ada, biar otak dan hati terus bekerja, tidak mandeg.

Juga sharing dari grup yang aku bergabung di dalamnya kemarin cukup bikin aku jadi merenung… aku tulis ulang aja di sini, biar jadi pengingatku juga, ini sebait catatan taujih ustadz Rahmat Abdullah alm:

  • Setiap kita akan senantiasa diuji oleh ALLH SWT pada titik-titik kelemahan kita. Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan wanita tidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan. Tetapi orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang tidak akan pernah diuji dengan masalah keuangan.
  • Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang membuatnya tersinggung dan marah sampai ia bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah terseinggung dan tidak pemarah.
  • Janganlah meminta Allah untuk meringankan beban tapi mintalah Allah untuk menguatkan pundakmu. Dalam kesakitan teruji kesabaran, dalam perjuangan teruji keikhlasan.
  • Janganlah meminta pada Allah untuk meratakan jalan yang akan kita lalui, tapi mintalah pada Allah untuk member kita sepatu yang kuat dan kaki yang sehat untuk menapaki terjalnya jalan yang ada di hadapan kita.
  • Janganlah selalu meminta redanya hujan, namun pakailah payung untuk menmbus derasnya hujan, hingga sampailah kita pada tujuan.
  • Janganlah selalu berharap untuk disayangi namun siapkan juga ruang di hati untuk tersakiti. Olah rasa itu hingga jadi sebuah energi tuk meraih cita-cita tertinggi, bersua dengan Ilahi Rabbi.

Yup.. mari kita saling menguatkan pundak kita biar beban yang kita tanggung sanggup kita angkat, mari kita buktikan kalo kita sanggup menghadapi tantangan yang Allah berikan pada kita. La yukalifullahu nafsan ila wus’aha, Allah tidak akan memberi kita ujian di luar kemampuan kita, so jangan sampai bilang kenapa Allah kasih ujian begini berat ke aku, aku tidak akan sanggup… kita pasti bisa… dengan ada syarat dan ketentuan tentu saja. Apa syaratnya: ya kita harus memenuhi hak-hak Allah, hak-Nya disembah, hak-Nya dinomorsatukan, dan hak-Nya diprioritaskan. Ketika semua sudah kita lakukan, barulah kita boleh minta hak kita… gampang kan (ngomongnya)??

Iklan

22 thoughts on “Syarat dan Ketentuan Berlaku

  1. ikaaa selamat atas promosinyaa…. manggilnya bu ika ah sekarang… ibu kabag 🙂
    semoga sukses mengemban amanahnya,, menjadi ladang amal, dan menjadi ladang belajar.

  2. Waaahhh, ada yang promosiiii! Traktiiiirrrrrr…! 😆
    Mbak, aku tesentil di poin 2, loh. Hahaha, gampang pundung nih akuuuu.. dan iya, kok jadi asa seriiiiingggg ketemu orang yang bikin aku marah, ya? Introspeksi, Fit. Coba introspeksi! Oke, oke… 🙂

  3. kemarin udah baca tapi karena dari hengpon ngelike ajalah dulu. Ikaaaa congraaaaats yaaaaa ahahahaha. ah tetep manggil Ika ah, nanti di depan anak buahnya aku malah teriak teriak :ih, Ika nih, rajin amat kerjanya, jadi mulai jarang coba resep baru kan, Kaaaa” *dipolototin kepala kantor ihihihi*
    Selamat ya, Kaaaaa, dinikmati yaaa, semoga jadi berkat buat sekelilingnya uhuuuy *kutunggu di Bandung. Gantian deh kami nraktir *bawa bawa temen ahahahaha*

    • Namaku gak ganti kok Ndang…. kerjaannya aja yang tambah banyaaaaakkkk, hihihihii.
      Kalo urusan gak coba-coba resep baru emang karena lagi mualess masak ni, hiks…
      Amien, ma kasih doanya ya Mak… Tunggu aku di Bandung yaaaa

  4. Huaaaaaa…. aku komentar terakhir. Maaafkan …
    lagi ngejar setoran postingan jadi gak bewe2.
    Pertama barakallah, semoga jabatannya memuka pintu pintu kebaikan lainnya. Paling tidak, bisa menggunakan wewenangnya untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Minimal seputar anak buah.
    Kedua :.smg Allah berikan kekuatan untuk menjalankan amanah.
    Ketiga : sama dengan yang lain : rapelan tunjangan jabatan traktir kita kita ya…. hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s