Misteri itu…

Akhir-akhir sedang banyaakk diiingatkan lagi sama yang namanya KEMATIAN,… Seperti janji Allah bahwa Setiap yang HIDUP pasti akan MATI. Maka demikian juga kita kan?? Antrian itu rasanya semakin pendek, karena banyak orang-orang dekat yang sudah mendahului…

Yang pertama, adikku kasih kabar kalo anak teman SMPnya sakit kanker, padahal bocah masih umur 8 tahun, opname di Sardjito.. aku sempatkan kesana, tapi ternyata anaknya masuk ruang isolasi, jadi cuma bisa ketemu ibunya. Tidak lama dari itu, aku dikabari kalo anaknya itu meninggal, innalillahi.

Yang kedua, teman cerita kalo suami dari temannya kena stroke kedua dan  setelah koma sekitar seminggu, akhirnya meninggal..

Yang ketiga, lebaran pertama, teman seruangan sms kalo ada teman kantor yang meninggal kecelakaan tunggal naik motor, dan dari cerita yang berhasil kukumpulkan (karena aku tidak bisa takziyah kesana), katanya waktu itu teman ini bukan kecelakaan tapi sudah meninggal dulu saat masih di motor dan baru kemudian motor itu jatuh… masyaAllah

Yang keempat, ibu mertua teman yang usianya sudah 90 tahun,beliau memang sudah menunjukkan penurunan kondisi sejak sekitar 4 hari sebelumnya, sampe temanku menelepon anaknya yang tinggal di luar pulau tuk segera pulang, secara anaknya ini cucu kesayangan. Si anak yang sedianya tidak pulang mudik tahun ini pun akhirnya pulang dan benar saja, tidak lama setelah dia datang, eyang putri pun meninggal.

Yang terbaru hari senin kemarin. Tetangga depan rumah, ayah dari bu RTku juga meninggal dengan mudahnya kalau dari cerita tetangga. Jadi pagi sampe sore itu masih beraktivitas biasa, kemudian bilang kalo capek dan pengen tidur. Tidurlah beliau di kursi dengan posisi tangan sedekap.. dan sudah begitu saja beliau tidur dengan damainya, subhanallah!! Selagi kami takziyah itu, tetanggaku yang lain yang ibunya juga baru saja meninggal cerita kalo ibunya pun meninggal dengan begitu ‘mudahnya’, selesai salat maghrib, beliau mulai makan dulu, belum habis makannya, piringnya jatuh, beliau yang duduk di kursi melorot ke tikar dan sudah, ajalnya sudah sampai, MasyaAllah, subhanallah!!

Jadi kepikiran tentang itu beberapa hari ini.. inget juga salah satu postingan mbak Titi kalo sebaik-baik nasihat itu mengingat kematian… ya memang paling ampuh dan bisa bikin orang yang banyak ngomong ini agak bisa mengerem diri.

Lebih dalam lagi jadi mikir ke masalah sakaratul maut… betapa bahwa rasul yang notabene manusia yang sudah dijamin nir dosa pun masih merasakan sakit, apalah kalo aku yang masih banyak banget dosanya…. kayak di cerita atas kan beberapa sepertinya enak sekali meninggalnya, tanpa sakit apa-apa dan dengan proses yang sangat cepat.. subhanallah.

Mundur lagi ke belakang, eyang putriku yang dari hari senin, 5 hari sebelum meninggal menurun kondisi fisiknya, beliau seperti menunggu ada anaknya yang datang, dan di hari jumat tanggal 24 November 2006, meninggal di hadapan kami. masyaAllah, tidak tega melihatnya, walaupun juga berbesar hati karena setiap kami tuntun melafalkan Allah Allah, eyang selalu menirukan… mudah-mudahan khusnul khatimah eyang…

Papaku juga, beliau yang sempat sehat kembali setelah pernah kena serangan jantung, di tanggal 28 Februari 2008… di saat dokter memutuskan bahwa besok pagi boleh pulang dari rumah sakit, tidak kuasa menolak kuasa Allah. Tidak ada 10 menit beliau mengalami sakaratul maut, hanya  menungguku salat maghrib buat menenangkan diri, papa menghadap-Nya tanpa satupun dari kami anak-anak beliau menemani… #kangen bangetsama papa…

Hikmahnya banyak dan kadang sering diabaikan… kalo lagi sakit aja kadang inget maut, tapi kalo lagi diberi kemudahan, maka misteri satu ini terlupakan. Seolah-olah dengan kita tidak memikirkan maka dia tidak akan datang.

Hidup, rejeki, maut itu sudah Allah tetapkan. Hari, tanggal, dan jamnya sudah ditetapkan, tidak satupun dari kita yang mampu mengubahnya… So, apa yang sudah kita persiapkan untuk menghadapi keabadian itu..??? L

Note: catatan buat interopeksi diri yang kadang larut hanya mengurusi dunia, lupa akhirat yang jauh lebih penting..

Iklan

8 thoughts on “Misteri itu…

  1. memang akan bersikap lain ya mbak kalau inget ttg kematian, ceritanya banyka banget mbak ttg kematian di atas, terkadang sering tak percaya kl ada org meninggal padahal seharian msh sehat, seperti ayah dari ibu RT yg mbak ceritakan di atas ya

  2. akhir2 ini pun saya selalu ingat pada kematian. entah kenapa, atau memang mungkin saya banyak mendengar tentang kematian dari orang2 yg saya kenal. Semoga di sisa waktu kita, kita masih memaksimalkan ibadah kita. Aamiin

  3. Betul Maak Ika… klo ingat mati itu serasa jadi pengerem buat ambisi duniawi yang kadang enggak ada abisnya.
    Ibuku juga meninggal hampir mirip Papa Mak Ika. Ceritanya beberapa hari terakhir itu Ibu keliling keliling ke saudara di kampung yang dekat. Trus sesapu halaman yang luasnya puluhan meter persegi yang ditumbuhi 3 pohon kelengkeng. Nah sorenya, sambil istirahat, leyeh leyeh di kasur sama adikku. Trus haus dan minta teh. Adikkupun ke dapur membuat teh, pas adik nganterin teh, ibuku udah sedo. Langsung adikku histeris. *dan aku juga* waktu itu aku di NTT dan ibuku di Temanggung

  4. Merinding baca cerita-ceritanya….
    Memang rasanya tak pernah ada kata SIAP ketika menghadapi kematian… Mudah-mudahan saja ketika giliran kita tiba, kita sudah sempat bertaubat… dan sudah banyak bekal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s