Manajemen Waktu

Manajemen Waktu

Perempuan adalah makhluk Allah yang sangat mulia derajatnya… makhluk Allah yang subhanallah dimuliakan dalam suratNya di Al Qur’an. Perempuan adalah makhluk yang di masa jahiliyah adalah makhluk yang tidak punya harga diri, bahkan tidak punya dirinya sama sekali.. tidak diharapkan kehadirannya sampai harus dikubur hidup-hidup ketika lahir, naudzubillahi min dzalik.

Sampai akhirnya masa pencerahan itu ada. Allah dalam firmanNya di beberapa surat banyak menyebut tentang wanita…

“…Maka wanita yang sholih, ialah yang taat kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara (mereka)…” (QS. an-Nisa’:34)

hadits Rasul pun banyak yang mengemukakan betapa mulianya wanita..

Dunia ini adalah perhiasan/kesenangan dan sebaik-baik perhiasan/kesenangan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim,Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)

 

Kalau ditanya dengan sejujurnya, aku pikir tidak ada satupun wanita yang ingin meninggalkan rumah, apalagi ketika sudah memiliki anak. Ini kalo kita mendengarkan kata hati yang paling dalam ya…

Sesuai kodratnya, kita, wanita, ada itu mengemban misi untuk mendidik anak dan mengurus rumah tangga. Kalau kemudiam kita ada kesempatan/terpaksa harus keluar rumah untuk bekerja, itupun saya pikir ada banyak hal yang berkontribusi di dalamnya. Ya, aku sendiri juga bukan orang rumahan asli, maksudnya lebih suka di rumah tapi juga bukan yang betah di rumah saja mengerjakan pekerjaan rumah, kemudian setelah selesai lalu bisa leyeh2 sambil liat tv.. bukaaaannnn. aKU termasuk tipe orang yang sangat betah di rumah, kesana-kemari, kerjain ini-itu yang di rumah.. tapi teteeeep.. pengen eksis juga dong ^_*

Aku tipe orang yang juga sangat suka bersosialisasi, punya banyak temen, bisa sharing dengan banyak orang, juga seneng banget kalo bisa beraktivitas yang bisa menghasilkan tapi seminimal mungkin meninggalkan rumah. #which is belum bisa kesampaian sampe sekarang… adakah yang mau membantuku, xixixixi

Ya karena memang aku pecinta anak, aku suka selalu sama-sama anak… jadi perjalanan ke kantor ketika anak-anak libur sekolah membuatku merasa sepi… sebisa mungkin, jika memungkinkan, aku selalu membawa anak-anak kemanapun aku pergi… #love the feel of needed

Tapi ya berhubung sampai saat ini belum bisa mewujudkan keinginan tuk bisa terus bekerja tanpa meninggalkan anak-anak… ya terpaksa deh harus pandai-pandai membagi waktu dan kesempatan supaya semua bisa diperoleh.

Ada beberapa hal yang idealnya harus kita lakukan supaya semua bisa kebagian (disarikan dari http://serambi-tips.blogspot.com):

  1. Membuat catatan waktu

Ini yang pertama harus kita lakukan… lebih baik jika kita catat, mau di HP, di laptop, atau bahkan kita tulis di buku diary kita… kalo kata mb astir nugraha mah, kita sebagai ibu-ibu memang harus bangun sepagi mungkin dan tidur semalam mungkin dengan tidak menyia-nyiakan waktu sedikitpun… that’s why catatan ini penting supaya kita bisa liat kapan-kapan waktu yang terbuang percuma.

So, catatan harus jujur, detail, dan sesuai kemampuan kita.. kalo perlu sampai ke menit-menitnya #hufff, kalo dibayangkan kayaknya berat ya??

  1. Belajar berkata ‘tidak’

Ini kadang jadi dilemma untuk ibu-ibu bekerja… antara pengen eksis sama teman2 tapi juga ada kewajiban yang menunggu di rumah. Tidak salah jika kita pengen kadang-kadang hang out, tapi harus kita pikirkan prioritasnya, penting tidaknya.. andalah yang lebih tau mana yang lebih penting. Kalo buat saya, yang penting ya anak2.. dah terbayang-bayang aja ada yang menyambut dengan suara dan cara jalannya yang khas.. wah nulisnya aja bikin aku jadi kangen sama aila 🙂

  1. Jangan terlalu bersikap  perfeksionis

Ini yang paling susah aku praktekkan… pengennya kalau ngerjain apa aja kudu kelar semua, sampe kadang bikin emosi karena kepikiran banyak hal yang belum selesai, sementara sudah malam, ngantuk, capek, dan anak-anak juga pastinya minta perhatian lebih setelah seharian kita pergi. Aku mulai lumayan bisa menata hati tuk tidak menuntut rumah bersih atau menyalahkan diri karena tidak bisa menyelesaikan pekerjaan yang ku target ya baru 3 tahun ini… itupun sampai sekarang masih suka gonduk sendiri (ntarlah dibikin postingan sendiri J )

  1. Fokus pada yang sedang kita kerjakan

Yang ini si lebih bahwa kita tidak boleh mencampur adukkan antara pekerjaan rumah dan kantor (sebisa mungkin). Maksudnya, di manapun kita berada ya itulah kita… kalo kita di kantor ya kita bertindak sebagai pegawai/bos di kantor. Tapi di rumah ya jadilah ibu, istri, menantu, atau anak yang baik.. begituu.

  1. Kondisikan diri kita selalu dekat dengan Allah

Yup… dialah yang mengatur semua, Maha Pengatur, Maha Penyabar, Maha segalanya. Tanpa Dia, apalah kita… itu yang harus kita tanamkan. Ketika kita merasa tidak kuat menanggung beban, maka Allah sajalah sandaran kita.. Dia tidak akan memberikan cobaan dan ujian di luar kemampuan kita.. itu yang sangaaaatttt aku percayadan selalu tanamkan dalam hatiku. Semua ujian pasti bisa kita lalui, dengan bantuanNya tentu J

Yah, sekedar pengingat diri yang kadang manajemen waktunya masih rada amburadul… L

Iklan

6 thoughts on “Manajemen Waktu

  1. yoiiii belajar kata tidak itu derivartifnya si TAU PRIORITAS ya. Aku masih belajaaaar banyak soal itu. Temenku Ley waktu itu bilang, “Demi menjaga kewarasan….” hihi bener kan, kalo nggak tau prioritas dan sok mau ikut semua mengerjakan semua dan pengen semua, jadinya nggak waras nanti

    • iyaaaa, setuju.. apalagi mbak kan ART less ya.. kalo g tau prioritas, bakalan jadi ‘tidak waras’.. iya kan??? harus legowo dan banyak sekali menurunkan idealisme kita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s