Lagi-lagi antri…

Antri itu kata yang berkonotasi negatif buatku… ditambah dengan suasana antri yang tidak kondusif, maksudnya antrinya tidak teratur. Jadi inget peristiwa beberapa waktu lampau..

Yogyakarta suatu hari…

saat itu pagi2, aku mau beli gudeg untuk sarapan… emang juga dasarnya gudeg enak, jadi memang tiap pagi buanyak pengunjung. Waktu itu kalo gak salah ada sekitar 5 orang. Tiba-tiba datanglah seorang ibu yang memang mungkin sudah langganan tetap si ibu penjual gudeg, si ibu ini dengan entengnya bilang.. “Aku didisikke yo, kesusu ki selak mangkat nyambut gawe, tur mung tuku siji kok…” (ak didulukan ya, keburu mau berangkat kerja, juga aku kan Cuma beli satu). Kontan saja aku komentar, “Semua juga keburu mau kerja bu..makanya kalo mau cepet ya berangkatlah lebih pagi.” Si ibu penjual sambil melayani si ibu yang nyolong antrian ini langsung sontak ngliatin aku. ealah  bu.. bu.. kalo semua  orang begitu ya gak akan ada habisnya to? Efek baiknya dari komentarku adalah si ibu penjual sekarang melihat siapa yang datang duluan dan semua pembeli harus antri sesuai kedatangannya.. Alhamdulillah

Tokyo, 2001

Kita sekeluarga ceritanya diajak jalan-jalan sama adindaku tersayang ke Disneyland Tokyo… kalo tidak salah itu pas hari minggu, jadi pengunjung datang buanyak sekali.. dan di tiap wahana yang akan kita naiki, antrian itu minimal 30 menit… dan apakah yang terjadi?? Tidak ada cerita orang nyerobot antrian.. yang ada semua menempatkan diri di posisinya..

Fukuoka, 2005

Hampir setiap kali naik bis.. melihat aku yang menggendong anak, pasti adaaa saja yang merelakan kursinya untuk aku pake… Alhamdulillah. Lalu nih… karena selain penumpang bis, aku juga kemana-mana naik sepeda.. huaaahhhh enaknya, karena kita diperlakukan sama dengan pejalan kaki.. selalu didahulukan.. aku sukaaaaaaa ^_^

Yogyakarta 2012…

Pulang kantor memang maunya cepat-cepat kaannnn… apalagi mak-mak beranak 4 n masih kasih ASI… nah karena mungkin semua juga berpikiran sama.. kadang adaaa aja yang dengan seenaknya nyerobot antrian.. oalah pak, mas, mbak, bu… apa si bedanya nunggu 1,2,3 detik.. paling lama juga 1 menit… hanya bisa mengelus dada karena protes pun tidak menolong.

Apa kesimpulannya??? GAK ADAAAA… kadang rasanya dah mati rasa deh dengan Negara yang kucintai ini… entah kapan budaya antri ini bisa membudaya dengan baik, dengan tanpa paksaan, dengan kesadaran. Siapa lagi kalo bukan kita yang akan mengubahnya kan?? At least yang bisa kulakukan sekarang adalah menanamkan ke anak-anak kesadaran untuk antri ini. Alhamdulillah, so far anak-anak dah bisa melakukannya.. Alhamdulillah

Iklan

5 thoughts on “Lagi-lagi antri…

  1. mungkin krn belum terbiasa ya mbak, emang hrs ada yg berani berkomentar seperti kamu mbak, kalau enggak ya tetep pada seenaknya tuh org, khan biasanya org sana pada ewoh ya mbak kalau mau mengingatkan 🙂

    Btw, tulisannya keren mbak, antri dengan contoh di berbagai tempat 😛

    salam dari desa kecil 🙂

    • Iya ya mbak.. atau mungkin itu beda negara maju dan negara berkembang ya mbak??

      Ma kasih dah berkunjung.. dan sudah jadi tamu pertama saya ^_^..

      salam juga dari Yogya

      • iya mbak, itu salah satu beda negara maju dan berkembang, kalau di sini antri adalah hal yg sangaaaaaaat biasa, tanpa dikomando orang berdiri teratur sesuai urutan, rasa malu orang sinis angat tinggi mbak, jadi nggak ada itu saling nyalip, yang ada kadang malah kalau belanja ya, yg di depan belanjaannya banyak, sdg di belakangnya, saya mungkin hanya belanja satu dua barang, mereka mempersilahkan buat maju ke depan mendahului, itu beberapa kali kualami mbak, jadi pengertiannya juga besar orang sini 🙂

        wah .. jadi merasa spesial mbak jadi tamu pertama nih , berharap disuguhi lumpia 😛 *ngarep*

  2. Maaf baru bisa balas lagi mbak… biasa kalo lagi libur bawaannya kruntel-kruntel sama anak2….
    betul sepertinya ya mb… kapan ya Indonesia bisa seperti itu???
    Hehe, g cuma lumpia kok mbak.. silakan rekues apa saja yang saya bisa.. monggo 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s